Selasa, 14 April 2026

Berita Bontang Terkini

Bisnis Teripang Kering, Warga Malahing Bontang Raup Untung Puluhan Juta Per Bulan

Bisnis teripang kering kini menjadi primadona bagi masyarakat Kampung Malahing, Bontang Selatan. Omset dari penjualan timun laut.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
Aktivitas salah seorang warga Malahing, Bontang Selatan, mengumpulkan teripang yang telah dijemur seharian. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Bisnis teripang kering kini menjadi primadona bagi masyarakat Kampung Malahing, Bontang Selatan. Omset dari penjualan timun laut ini ditaksir mencapai puluhan juta per bulannya.

Ketua RT 30, Nasir Lakadda mengatakan dalam satu bulan warga Malahing yang notabene adalah nelayan, bisa mengumpulkan setidaknya 300 kilogram teripang kering.

Hasil dari hewan laut yang tidak bertulang belakang ini tidak dipungkiri menjadi penopang utama mereka sekarang, selain dari sektor wisata.

"Omset kami disini dari teripang berkisar Rp 70 juta per bulan. Lumayan besar lah," kata Nasir kepada Tribunkaltim.co, Rabu (25/10/2023).

Baca juga: Anies Baswedan Soroti Ketidakadilan, Tegaskan Tidak Bekerja untuk Buat Peresmian dan Foto-foto

Dia mengungkapkan, bisnis teripang mulai digeluti sejak 2015 lalu. Saat itu penjualan rumput laut tiba-tiba anjlok. Hasil panen tidak maksimal karena faktor cuaca. Karena itu mereka kemudian mencari potensi perekonomian baru dan teripang ada pilihan yang realistis.

Proses Pengeringan Sampai Siap Jual

Nasir menjelaskan sebelum siap dijual,
teripang terlebih dahulu diproses dengan membuang isi perut dari kapur, direbus, lalu dilakukan penggaraman selama 3 hari dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari.

"Kalau panas terik biasanya butuh 3-4 hari baru kering total," tutur Nasir.

Menurut Nasir harga jual teripang, tergantung jenis dan ukuran, semakin besar maka semakin mahal. Jenis teripang pasir yang paling dicari karena harga keringnya saat ini mencapai Rp 1,2 juta per kilogram.

"Kenapa mahal. Karena ini di ekspor, di luar negeri jadi makanan orang kaya selain itu, teripang ini punya khasiat untuk kesehatan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved