Selasa, 28 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Virus Disebut jadi Penyebab Gatal-gatal Massal di Samarinda, Begini Kata Kepala Dinas Kesehatan

Sejumlah fakta baru seputar murid SDN 009 Sungai Kunjang alami gatal-gatal massal terungkap.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Penampakan Pohon Rambai Padi di tepian Taman Bebaya Samarinda yang sudah mati akibat serangan ulat bulu, Jumat (3/11/2023). 

TRIBUNKALTIM - Sejumlah fakta baru seputar murid SDN 009 Sungai Kunjang alami gatal-gatal massal terungkap.

Sebagai informasi, ratusan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Sungai Kunjang mengalami bintik-bintik merah yang sangat gatal.

Menurut Kepala Sekolah SDN 009, Agus Sutarno, peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengikuti mata pelajaran olahraga di taman Bebaya yang berjarak 150 meter dari sekolah mereka tersebut.

Agus Sutarno mengatakan, ada sekitar 100 murid yang mengalami gatal-gatal.

Baca juga: Getah Ubi Talas Dapat Menyebabkan Gatal pada Kulit, Ini Cara Mengolah Ubi Talas yang Benar

Untuk menangani hal itu, siang harinya mereka menyerahkan anak didik mereka kepada Puskesmas Karang Asam guna penanganan.

"Pihak puskesmas memberikan 6 salep. Itu diletakan di UKS juga untuk antisipasi kalau ada keluhan lanjutan," jelasnya.

"Alhamdulillah saat ini sebagian besar murid sudah aman. Ada yang masih ditangani. Orangtua murid juga tidak komplain karena tidak ada unsur kelalaian pihak sekolah," jelas Agus Sutarno kepada TribunKaltim.co pada Kamis (2/11/2023).

Pihak sekolah sempat mengatakan bahwa bintik kemerahan dan gatal yang diderita anak didik mereka diduga disebabkan oleh virus.

Apalagi jarak sekolah mereka yang cukup jauh dari Taman Bebaya.

Namun dugaan tersebut dipatahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr. Ismid Kusasih.

Dikonfirmasi TribunKaltim.co pada Jumat 3 November 2023 sore, ia mengatakan usai mendapatkan informasi mereka langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Karang Asam.

Yakni pengambilan sample oleh laboratorium kesehatan, PDAM, Dinas Pertanian dan DLH.

Setelah dilakukan kolaborasi untuk mencari tahu penyebabnya mereka menekankan bahwa rasa gatal yang dialami para murid adalah ulat bulu.

Untuk penanganannya bisa mengoleskan lotion anti histamin. Itu dijual bebas di pasaran.

"Atau bisa langsung ke fasilitas kesehatan terdekat," kata Ismid Kusasih. 

Sekumpulan ulat bulu bertengger di dahan pohon yang telah mengering di tepian Taman Bebaya, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (3/11/2023) siang.
Sekumpulan ulat bulu bertengger di dahan pohon yang telah mengering di tepian Taman Bebaya, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (3/11/2023) siang. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

 

Pengunjung Taman Bebaya Samarinda Harus Hati-hati karena Kini Banyak Ulat Bulu

Sejak dua minggu belakangan ini kawanan ulat bulu telah menyerang area Taman Bebaya Samarinda, Kalimantan Timur.

Sehingga warga yang ingin berkunjung di taman yang diresmikan pada 3 November 2023 lalu tersebut harus waspada.

Dari pantauan TribunKaltim.co di lokasi ulat bulu tersebut memiliki ukuran beragam.

Namun ulat terbesar memiliki panjang sekitar 5 centimeter dengan diameter 1,5 centimeter.

Tubuhnya yang dipenuhi bulu berwarna cokelat gelap dengan sedikit titik kuning.

Gerakannya lebih lincah ketimbang ulat daun pada umumnya.

Dijelaskan oleh Rahman (45), salah satu wakar Taman Bebaya Samarinda bahw serangan terparah terjadi pada satu minggu lalu.

Ia mengatakan ulat bulu tersebut awalnya muncul dari pohon belakang Masjid Darunni'mah lalu merembet ke pohon Taman Bebaya.

"Bergerombol. Jadi kalau pohon satu sudah kering, mereka pindah lagi ke pohon lain," jelas Rahman kepada TribunKaltim.co pada Jumat (3/11/2023).

Terus berpindah selama dua pekan, koloni ulat bulu tersebut berhasil menyulap Pohon Rambai Padi yang tumbuh di sana menjadi kering tandus seperti tak tersentuh air.

Bahkan jelas Rahman, satu minggu lalu sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang datang untuk berlatih tari terkena dampak kehadiran ulat hama tersebut.

"Karena mereka datang tidak bilang. Padahal kalau ada pengunjung kami pasti sampaikan hindari area pinggir," tambahnya.

Baca juga: Parkir Taman Bebaya Samarinda Resmi Dibuka 24 Jam

Tindakan DLH Samarinda

Pihaknya juga telah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

Oleh sebab itu, Kamis 2 November 2023, DLH Samarinda telah memberikan cairan khusus hama untuk disemprotkan ke seluruh area pohon yang disinyalir terdapat ulat bulu.

"Makanya sekarang tinggal sedikit. Awalnya batang pohonnya penuh ulat bulu. Sekarang jauh berkurang," sebutnya.

Meski terjadi serangan ulat bulu, namun hingga sore ini terpantau masih banyak pengunjung datang ke taman yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda tersebut.

Dari belasan lengunjung itu, salah satu di antaranya yakni Yasin (23), tidak mengindahkan peringatan.

Akibatnya, usai melintasi area tepian taman, pemuda yang berniat datang untuk berolahraga tersebut mendadak dipenuhi rasa gatal dan merah di sejumlah area tubuhnya.

"Bawa minyak kayu putih tapi tidak mempan. Tadi ada peringatan. Cuma saya memang penasaran. Tahu-tahu pas beberapa lama di tepiannya kok gatal," ujarnya.

"Pas lihat di kaki banyak ulat bulunya," ucapnya lalu berlalu menuju sepeda motornya tanpa sempat berolahraga.

Hingga saat ini Taman Bebaya, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tetap boleh dikunjungi.

Namun perlu diketahui area tepian taman untuk sementara cukup riskan dilalui.

Lantaran kawanan ulat bulu yang masih bertahan hidup telah menguasai area tersebut. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved