Berita Kutim Terkini
Tantangan Kutai Timur Terhadap Eliminasi Batu Bara pada Tahun 2050
Tantangan Kutai Timur terhadap prediksi eleminasi batu bara pada tahun 2050 di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tantangan Kutai Timur terhadap prediksi eleminasi batu bara pada tahun 2050.
Pada tahun-tahun mendatang, komoditi batu bara sudah tidak dilirik lagi sebagai sumber utama energi.
Bagaimana sikap Pemkab Kutai Timur terhadap prediksi itu, mengingat bagi Kabupaten Kutai Timur, sektor batu bara menjadi satu di antara faktor utama pendorong ekonomi daerah Kutai Timur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendapat informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Baca juga: Tak Pernah Tercatat Sebagai Pengekspor, Kutai Timur Kini Miliki Izin IPSKA
Bahwa Kutai Timur menjadi salah satu bagian superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman bahwa peluang atau modal harus dimaksimalkan pemanfaatannya baik untuk industri maupun penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya.
Padahal di tahun 2050, pemerintah pusat berencana akan mengurangi penggunaan batu bara, sedangkan Kutai Timur termasuk pemasok batu bara terbesar secara nasional.
"Undang-undang kita sepertinya sudah mulai mengeliminasi batu bara," kata Bupati Aridiansyah Sulaiman, Minggu (5/11/2023) malam.
Baca juga: Motif Pelaku Mencuri Sapi di Kaliorang Kutai Timur dan Kenali Modusnya
Katanya 2050 batu bara sudah mulai tereliminasi.
"Padahal Kutai Timur dengan batu bara inilah tahun ini angka APBD perubahan mencapai Rp 9,7 triliun," jelas orang nomor satu di Kutim itu.
Namun, pada 30 tahun mendatang jika benar batu bara akan tereliminasi di tahun 2050, ia meragukan kemampuan APBD Kutai Timur akan mencapai setinggi tahun 2023 ini.
Oleh sebab itu, ia mendorong kepada instansi dan masyarakat untuk lebih meningkatkan produktivitas di bidang selain tambang batu bara.
Baca juga: PLTS 50 Megawatt di IKN Nusantara, Jokowi Klaim jadi Pionir Energi Terbarukan
Tak perlu kawatir, Kutai Timur memiliki sumber alam yang melimpah baik di sektor kehutanan, pertanian, perikanan, kelautan, dan pariwisata.
"Ternyata di Bappenas semua sektor itu masuk, dan Kutai Timur diharapkan menjadi superhub di bidang tersebut," imbuhnya.
Artinya, Kutai Timur menjadi bagian dalam pertumbuhan ekonomi IKN Nusantara sebab yang menjadi barometer di Kutai Timur salah satunya karena ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
"Makanya saya bersemangat, kawasan itu (KEK Maloy) harus jadi daerah industri," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231106_KEK-MBTK-Kutai-Timur.jpg)