Berita Kaltim Terkini
Kaltim Harus Waspada Ancaman Perubahan Iklim dan Super El Nino
Seperti apa reaksi Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim atas ancaman perubahan iklim dan super el nino.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kalimantan Timur harus waspada terhadap ancaman perubahan iklim dan super El Nino.
Seperti apa reaksi Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim atas ancaman perubahan iklim dan super el nino.
Fenomena super El Nino tengah diwaspadai Provinsi Kalimantan Timur.
Pasalnya, fenomena super El Nino ini bisa berdampak negatif, utamanya pada sektor pertanian.
Baca juga: Cara Cek Penerima BLT El Nino yang Cair pada November 2023 Pakai HP dan Tanpa Aplikasi
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan, Kalimantan Timur masih harus mewaspadai ancaman perubahan iklim dan fenomena super El Nino.
Pemerintah Provinsi Kaltim pun bersiap dengan melakukan rapat koordinasi, guna menyiapkan penanganan serta pencegahan dampak super El Nino.
Sebagai informasi, super El Nino sudah melanda tujuh daerah di Indonesia.
Fenomena ini berpotensi menimbulkan kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan sebaran penyakit.
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengungkapkan, meski Kaltim telah mulai mengalami hujan, namun hal ini belum maksimal.
Oleh karenanya perlu tetap waspada dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
Baca juga: Persemaian Mentawir: Salah Satu Bentuk Aksi Mitigasi Perubahan Iklim di IKN
"Kita bersyukur, Kaltim telah turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak dari kerawanan karhutla. Hal ini penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan fenomena dan dampak super El Nino," jelasnya, Senin (6/11/2023).
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menegaskan, menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga yang dapat menyebabkan inflasi penting dilakukan.
Tentunya, ia mendorong kerja sama antar daerah, guna memenuhi kebutuhan komoditas pangan strategis dan mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Jadi perlu dilakukan kerja sama antar daerah meliputi komoditas pangan strategis," ujarnya.
Selain itu, sambung Akmal Malik, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah.
Di mana daerah yang kekurangan komoditas bisa mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan.
"Perlu juga mendorong peran dan kerja sama lintas sektor, juga mengoptimalkan kerja TPID," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231014_Waduk-Wonorejo-Balikpapan-Kering.jpg)