Minggu, 17 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Bosi, Grup Musik Punk Rock Asal Balikpapan Tonjolkan Budaya Bugis

Banyak cara untuk melestarikan budaya, termasuk memasukkan unsur budaya dalam kegiatan yang disenangi

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
HO/Bosi
Potret penampilan Grup Band Bosi asal Kota Balikpapan pada salah satu panggung yang mereka jajaki. Grup punk rock jejepangan yang digawangi oleh Lhana Shiro vocal, Onta bass, Jef drum, juga Den San, posisi gitar. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pelestarian budaya juga menjadi salah satu tanggung jawab generasi muda.

Banyak cara untuk melestarikan budaya, termasuk memasukkan unsur budaya dalam kegiatan yang disenangi.

Hal ini juga yang dilakukan grup musik punk rock asal Balikpapan, Bosi.

Band yang digawangi oleh Lhana Shiro (vocal), Onta (bass), Jef (drum), juga Den San (gitar) ini telah hadir sejak tahun 2018 dengan nama yang berbeda.

Meski sempat vakum, band jejepangan itu kembali mewarnai belantika musik kota Balikpapan dengan formasi dan nama yang baru di tahun 2022 lalu.

Baca juga: Grup Band Bosi Asal Balikpapan Bakal Rilis EP Angkat Isu Mental Health

Uniknya, nama "Bosi" berasal dari bahasa Bugis yang berarti hujan.

Sang vokalis dan bassist band yang bersuku Bugis ini mendapatkan nama tersebut saat keduanya sedang nongkrong ketika turun hujan.

"Itu sebenarnya keisenganku sama vokalis. Kebetulan, saya sama vokalis sama-sama orang Bugis, yang bikin nama juga dia. Dia nyeletuk 'bosi' pas kondisi kita lagi nongkrong, ngobrol dan hujan. Aku pikir becanda. Tapi akhirnya diseriusin," ungkap Bassist Grup Band Bosi, Onta, Jumat (17/11/2023).

Bahkan, logo band tersebut menggunakan aksara lontara asal suku Bugis untuk menambah kesan budaya mereka.

Baca juga: Besok! The Rock Show, Rockstar Legenda Samarinda Kumpul di Setiap Hari Coffee, Bawa 20 Tembang Lawas

Onta mengaku, dirinya membuat logo ini karena terinspirasi dari musisi Indonesia, Pusakata yang membawa aksara Jawa pada logonya.

Aku terinspirasi dengan pusakata yang menggunakan aksara Jawa. Dia kan bawa kulturnya.

Jadi, meski semua personil bukan orang Bugis, tapi kita tujuan kita pengen membawa budaya itu setiap kita manggung," jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, lelaki yang memiliki nama asli Achmad Faujan itu juga membeberkan, meski dengan aliran musik jejepangan, mereka juga tetap menonjolkan budaya Bugis dalam setiap penampilannya diatas panggung.

Baca juga: Band Rock Asal Jakarta Barasuara Sihir Penonton untuk Berjingkrak, Samarinda Wow

Bagaimana tidak, setiap manggung Onta selalu mengenakan sarung khas Bugis atau yang kerap disebut Lipa Sa'be oleh orang Bugis.

Demi meninggalkan kesan yang berbeda pada setiap penonton dan pendengarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved