Berita Berau Terkini
Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Halijah Yasin Berharap Ada Beasiswa dari Pemkab
Berau masih kekurangan dokter spesialis, Halijah Yasin berharap ada beasiswa dari pemkab.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau masih kekurangan dokter spesialis.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Berau yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Berau, Halijah Yasin.
Dikatakannya bahwa hingga kini belum ada beasiswa dokter spesialis untuk dokter muda di Kabupaten Berau.
"Selama ini ada beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Berau hanya dokter umum saja, bukan spesialis. Sejauh ini untuk dokter spesialis belum pernah ada," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (28/11/2023).
Baca juga: Pelestarian Budaya Berau Melalui Festival Menuju Masa Depan
Baca juga: Pemekaran Berau Pesisir Selatan Mulai Dibahas Lagi, Tim Optimistis bisa Jadi Kabupaten Baru
Baca juga: Kampung Dumaring Berau Raih 2 Penghargaan di Anugerah Desa Wisata Nusantara 2023
Halijah menambahkan, selama ini beasiswa dokter spesialis hanya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau dari pemerintah provinsi (pemprov).
"Untuk kebutuhan dokter yang ada di Rumah Sakit Talisayan saat ini dibutuhkan ialah dokter penyakit dalam dan dokter anak," bebernya.
Tidak hanya itu, rumah sakit tersebut juga membutuhkan dokter badah, dokter anak, dokter penyakit dalam, dokter obgyn, dan dokter spesialis anastesi.
"Apalagi kan kita sedang membangun rumah sakit. Harapan saya kepada dokter umum yang sudah ada dan asli putra-putri Berau bisa diberi beasiswa. Agar ketika pembangunan rumah sakit sudah rampung, dokternya juga sudah ada," pungkasnya.
Baca juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Berikan Bonus Atlet Berprestasi, Total Senilai Rp 31,7 Miliar Lebih
Pihaknya juga mendesak untuk segera mencari dokter spesialis yang hanya ada satu di Berau sebelum beberapa dokter pensiun, seperti dokter mata.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa banyak juga dokter yang lanjut dengan biaya pribadi, namun belum tentu mereka mengabdi di Berau.
Mencari dokter spesialis dinilainya menjadi tantangan tersendiri.
Apalgi, kebutuhan harus tersebar di RSUD Abdul Rivai dan RSUD Talisayan.
Beberapa waktu lalu RSUD Talisayan juga mencari tenaga spesialis anak dan penyakit dalam.
"Kalau lowongan spesialis itu inshallah ada, di Talisayan contohnya, karena daerah pesisir juga sangat dibutuhkan adanya dokter spesialis. Supaya tidak jauh harus ke Tanjung Redeb,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.