Kesehatan
10 Cara Sederhana Mengobati Saraf Terjepit yang Bisa Dilakukan di Rumah, Kompres Air Dingin
10 Cara Sederhana Mengobati Saraf Terjepit yang Bisa Dilakukan di Rumah, Bisa Berenang
TRIBUNKALTIM.CO - Ada 10 cara sederhana mengobati saraf kejepit yang bisa dilakukan di rumah.
Saraf terjepit merupakan kondisi di mana jaringan di sekitar saraf, seperti tulang, otot, tendon, dan tulang rawan, memberikan terlalu banyak tekanan pada suatu area saraf.
Tekanan tidak wajar ini akan mengganggu fungsi normal dari saraf.
Gejala yang ditimbulkan dari saraf terjepit ini di antaranya rasa sakit, mati rasa/baal, kesemutan, atau rasa seperti tersengat, dengan tujuan sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang salah di tubuh.
Pada dasarnya, rasa sakit akibat saraf terjepit bisa reda dengan sendirinya dengan cara pengobatan mandiri.
Namun, dalam beberapa kasus memang dibutuhkan bantuan medis untuk mengobati saraf terjepit.
Seorang pakar kesehatan, dr Saddam Ismail melalui kanal YouTubenya akan membagikan cara sederhana mengobati saraf terjepit yang bisa dilakukan di rumah.
Baca juga: 6 Cara Melancarkan Haid Agar Lebih Teratur, Mengurangi Stres dengan Rajin Olahraga
1. Tidur Rileks
Biasanya pada fase awal atau keluhan ringan seseorang yang mengalami saraf terjepit, dapat melakukan hal sederhana yakni berbaring rileks di atas tempat tidur dengan alas yang rata.
Perlu diingat, Anda yang mengalami saraf terjepit tidak boleh melakukan pijatan atau urut.
Hal ini disebabkan karena belum diketahuinya kodisi tulang maupun saraf di dalam seperti apa.
Melakukan tindakan seperti memijat dapat beresiko memperparah kondisi dari saraf terjepit.
2. Kompres dengan Air Dingin
Saat mengalami saraf terjepit, Anda dapat mengompres area yang terasa nyeri menggunakan air dingin atau air es selama 15 menit.
Hal ini dapat membantu untuk mengurangi peradangan akibat saraf terjepit.
3. Menggunakan Korset Khusus
Penderita saraf terjepit biasanya disarankan untuk menggunakan korset khusus.
Di mana pada bagian belakang korset terdapat kawat yang berfungsi menopang tubuh, khususnya area punggung.
Jangan Meloncat-loncat dan Mengangkat Beban Berat
Anda yang mengalami saraf terjepit disarankan untuk tidak langsung melakukan gerakan ekstrem pasca sembuh dari rasa nyeri, seperti meloncat-loncat.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk menghindari mengangkat beban berat, hal ini dapat memicu saraf terjepit kembali kambuh.
4. Berenang
Penderita saraf terjepit memang tidak disarankan untuk melakukan beberapa aktivitas fisik yang beresiko memicu timbulnya gejala nyeri.
Kendati demikian, penderita saraf terjepit dapat melakukan olahraga renang untuk aktivitas fisiknya.
Berenang dinilai aman bagi penderita saraf terjepit lantaran tidak memberikan beban berat pada tulang punggung.
Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa saraf terjepit pada dasarnya dapat sembuh dengan sendirinya.
Terlebih jika Anda mengikuti beberapa tips di atas yang telah dijelaskan.
Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa upaya pencegahan saraf terjepit, di antarany :
5. Olahraga Teratur
Otot tubuh yang kaku dan tegang beresiko untuk menarik tulang, kondisi ini memicu terjadinya saraf terjepit.
Oleh karenanya diperlukan aktivitas fisik, seperti olahraga secara teratur agar otot-otot tubuh tidak kaku dan tegang.
6. Menjaga Berat Badan Ideal
Memiliki berat badan berlebih ternyata beresiko untuk mengalami kompresi dari tulang belakang.
Hal ini tentu dapat memicu terjadinya saraf terjepit saat beraktivitas.
7. Menjaga Postur Tubuh
Duduk terlalu lama atau berada dalam posisi statis yang lama sebaiknya dihindari.
Lakukan relaksasi selama satu jam sekali, misalnya lakukan peregangan otot dengan menarik kedua tangan ke belakang.
Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya saraf terjepit.
8 Konsumsi Makanan yang Tinggi Kalium dan kalsium
Kalium dan kalisum berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.
Hal ini tentu sagat diperlukan bagi tubuh untuk menghindari dari berbagai macam masalah kesehatan, seperti saraf terjepit.
9. Tidak Membunyikan Sendi / Tulang
Hindari kebiasaan menghentakan leher dan menghentakan pinggang sampai berbunyi.
Banyak yang beranggapan, jika hal tersebut dilakukan, maka seolah-olah tubuh terasa lebih rileks.
dr Saddam Ismail menuturkan bahwa hal tersebut sebenarnya tidak boleh dilakukan.
10. Tidak Meletakan Dompet di Kantong Belakang
Khusus laki-laki hindari kebiasaan ini, karena dapat membuat posisi duduk menjadi tidak lurus dan beresiko untuk kesehatan.
Hal ini dapat memicu tulang menjadi tidak rata dan beresiko untuk mengalami saraf terjepit.
Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co dengan judul Cara Mencegah dan Mengobati Saraf Kejepit, Berikut Tips dr Saddam Ismail,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231129_saraf-kejepit.jpg)