Kamis, 21 Mei 2026

Konferensi COP28 di Dubai

Bicara Transformasi Energi di Dubai, Menteri LHK Contohkan Hydro Power Green Industry di Kaltara

COP 28 di Dubai adalah Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2023 atau Konferensi Para Pihak UNFCCC. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM/DWI ARDIANTO
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehiduoan (LHK) RI, Siti Nurabaya Bakar saat menghadiri konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28 (COP 28) di Expo City, Dubai, pada Kamis (30/11/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, DUBAI - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar menghadiri konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28 (COP 28) di Expo City, Dubai, pada Kamis (30/11/2023). 

COP 28 adalah Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2023 atau Konferensi Para Pihak UNFCCC. 

Dalam acara ini, Menteri LHK Siti Nurabaya Bakar, menyoroti peran aktif masyarakat Indonesia dalam menangani perubahan iklim. 

Dalam World Climate Action Summit (WCAS), Indonesia menekankan inklusivitas pencapaian target kolektif, dengan keunggulan utama dalam partisipasi masyarakatnya.

Menteri Siti menunjukkan bahwa selama 10 tahun terakhir, partisipasi masyarakat Indonesia dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca telah menjadi pembeda signifikan. 

“Meskipun menghadapi tantangan, seperti kebakaran hutan dan lahan, Indonesia berhasil mengelola sektor kehutanan secara sistematis dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, Manggala Agni, dan TNI-Polri,” paparnya. 

Baca juga: IKN Nusantara Rusak Hutan Kalimantan Timur? Menteri Siti Nurbaya Jamin tak Ganggu Ekosistem Hutan

Baca juga: Atasi Sampah Plastik, Menteri Siti Nurbaya Klaim Indonesia Bisa Ikuti Konsep Sirkular Ekonomi

Menteri LHK Siti Nurabaya Bakar saat berbicara di konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 28.
Menteri LHK Siti Nurabaya Bakar saat berbicara di konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 28. (TRIBUNKALTIM/DWI ARDIANTO)

Terkait emisi gas rumah kaca dari sektor energi, Menteri Siti menggarisbawahi upaya Indonesia dalam melakukan transisi menuju energi terbarukan (EBT). 

Meskipun menghadapi kenaikan emisi pada tahun 2022 akibat pemulihan industri pasca-COVID-19, Indonesia berusaha mengatasi masalah ini melalui investasi-investasi berkelanjutan.

“Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ciarata dan proyek Hydro Power Green Industry di Kalimantan Utara,” kata Siti. 
 
Presiden Jokowi, pada tahun 2022, mengambil inisiatif dengan mengajak negara-negara seperti Amerika, Inggris, Korea, Jepang, dan Denmark untuk bersama-sama menjalani transisi ke energi terbarukan dengan janji investasi 20 miliar dolar. 

Langkah-langkah konkrit seperti meresmikan PLTS Ciarata dan proyek Hydro Power Green Industri di Kaltara menunjukkan komitmen Indonesia dalam memberikan contoh di sektor energi terbarukan

Sebagai hasilnya, kata Siti, Indonesia berharap COP28 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, bersama dengan langkah-langkah konkret pemerintah, dapat mengakselerasi perubahan positif dalam penanganan perubahan iklim di masa depan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved