Senin, 18 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Kopi Hitam dari Muara Kaman Kukar Disenangi Kampus Brasil dan Jepang

Siapa sangka bisnis Kopi Hitam Muara Kaman (Kohiman) yang digeluti pria berumur 69 tahun bernama Sutaman.

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Sutaman
Bisnis Kopi Hitam Muara Kaman (Kohiman) yang digeluti pria berumur 69 tahun bernama Sutaman. Bagi yang mau menyicipi Kohiman di kedai kopi milik Sutaman bisa datang langsung ke Desa Cipari Makmur RT. 10 biasa disebut SP4 dengan jalur dari Tenggarong Seberang atau bisa melewati Sebulu, Minggu (10/2/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Siapa sangka bisnis Kopi Hitam Muara Kaman (Kohiman) asal Kukar, Kalimantan Timur, yang digeluti pria berumur 69 tahun bernama Sutaman, membuahkan hasil yang membanggakan.

Meski hanya skala produksi rumah tangga, produk Kohiman disenangi di salah satu kampus di Jepang dan Brasil.

Sutaman bercerita mulai menggeluti bisnis Kohiman sejak 4 tahun belakangan.

Produk kopinya mulai laku keras sejak 2 tahun terakhir. Sebelum serius tanam dan bisnis kopi, Sutaman bersama istri sebagai petani sayur-mayur.

Baca juga: Benarkah Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung? Penjelasan Lengkapnya

Untuk memasarkan Kohiman dan bisa terkenal seperti sekarang, Sutaman, memang harus berani rugi di awal merintis usaha.

Bahkan, pada 2 tahun pertama bisnis kopinya, dia lebih banyak menggratiskan bagi siapa saja yang mau minum kopi.

Waktu itu masa Covid-19, kalau ada yang datang ke rumah.

"Saya silakan minum kopi gratis. Kalau cocok silakan beli, jika tidak cocok juga nggak papa,” kata Sutaman, Minggu (10/12/2023).

Baca juga: ASN Kutai Kartanegara Ikut Bimtek dan Kompetensi Budidaya Panen dan Pasca Panen Kopi

Kakek dari enam cucu ini mengungkapkan, Kohiman buatannya sudah dikonsumsi oleh orang Jepang dan Brasil.

Pelanggannya juga bukan kaleng-kaleng. Ada dosen dari MIE University, Jepang yang sudah mengunjungi kedai Kohiman sebanyak tiga kali dalam setahun.

Sutaman sudah mendapatkan konfirmasi dari dosen itu untuk datang lagi. “Ini dia sudah ada rencana mau ke Cipari Makmur lagi,” ucapnya.

Bukan hanya dosen, mahasiswa MIE University sudah mencicipi Kohiman dan membelinya.

Para mahasiswa sebanyak 20 orang yang didampingi mahasiswa Unmul Samarinda datang bersama mahasiswa asal Brasil ke kedai Kohiman.

Membeli Kopi Petani Lokal

Lahan yang ditanami kopi oleh Sutaman tidak luas, hanya setengah hektare.

Namun, pengolahan biji kopi tetap masif karena dirinya juga menampung biji kopi dari para petani lokal.

Dirinya komitmen membeli kopi dari para petani lokal agar masyarakat juga tertarik menanam kopi.

“Kopi jenis Robusta yang saya beli dengan petani, ada kelas A, B dan C. Masyarakat pasti senang jika hasil taninya ada yang mau membeli,” ujarnya.

Baca juga: 8 Cara Alami Menurunkan Kadar Asam Urat Tanpa Minum Obat, Salah Satunya Minum Kopi

Menanam kopi bukan suatu hal yang baru bagi Sutaman. Pada 1997, dirinya pernah menanam beberapa pohon kopi dan membuahkan hasil.

Sayang, dia kesulitan memasarkan. Peminat kopi masih kurang.

“Saya bawa hasil panen kopi ke Samarinda tidak ada mau membeli. Akhirnya saya matikan saja pohon yang ada, tapi disisakan sekitar 2 pohon untuk konsumsi sendiri dan beralih ke tanam sayuran,” ceritanya.

Dirinya bersama kelompok tani yang lain kini sedang menyiapkan perluasan tanaman kopi dengan luas lahan 5 hektare.

Baca juga: Kampung Ekologi di Desa Prangat Baru, Cikal Bakal Kopi Luwak ala Kukar

Bakal ditanami kopi Robusta dengan bibit bersertifikat asal Jember, bantuan dari Dinas Perkebunan Kukar.

“Ini kita lagi menunggu bibitnya datang,” ucapnya.

Ilustrasi sajian minuman kopi hitam
Ilustrasi sajian minuman kopi hitam (Tribunnews.com)

Bagi yang mau menyicipi Kohiman di kedai kopi milik Sutaman bisa datang langsung ke Desa Cipari Makmur RT. 10 biasa disebut SP4 dengan jalur dari Tenggarong Seberang atau bisa melewati Sebulu.

“Tempat saya berjarak 2 kilometer dari kantor Desa Cipari Makmur. Kalau mau ke kedai saya, minum 1 atau 2 gelas kopi gratis, tapi jangan lupa beli kopinya," katanya.

Untuk kopi orisinil Rp 30 ribu per kemasan 180 gram, sedangkan kopi rasa jahe Rp 35 ribu. "Dengan kemasan yang sama,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved