Pilpres 2024
Hasil Survei Elektabilitas Capres Cawapres Terbaru, Terjadi Pergeseran Akibat Migrasi Pendukung
Hasil survei capres cawapres terbaru dari berbagai lembaga survei yang dikeluarkan pada akhir 2023.
TRIBUNKALTIM.CO - Hasil survei capres cawapres terbaru dari berbagai lembaga survei yang dikeluarkan pada akhir 2023.
Terjadi perubahan dari hasil survei terhadap tiga pasangan calon (paslon) capres dan cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil survei tingkat elektabilitas terbaru pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mengikuti kontestasi Pemilu 2024.
Dalam survei tersebut, elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memperoleh angka 45,6 persen.
Sementara capres-cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memperoleh hasil survei 23,8 persen.
Lalu, disusul capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan hasil 22,3 persen.
“Pada Desember 2023 ini survei kami menemukan bahwa pasangan nomor 2 Prabowo-Gibran itu angka elektabilitasnya tau dukungan masyarakat ada di angka 45,6 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/12/2023).
Djayadi mengungkapkan, berdasarkan perbandingan data survei Desember dan Oktober 2023, elektabilitas Prabowo tercatat naik dari sebelumnya 35,9 persen menjadi 45,6 persen.
Sementara, elektabilitas Ganjar-Mahfud justru merosot dari 26,1 persen menjadi 23,8 persen.
Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024: Peta Kekuatan Prabowo, Ganjar dan Anies di Jabar dan Jakarta
Baca juga: Cek Survei Elektabilitas Capres 2024: Jateng Milik Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran Kuasai Jatim, AMIN?
Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024, Prabowo-Gibran Teratas, Belum Memungkinkan Pilpres 1 Putaran
Pada saat yang bersamaan, elektabilitas Anies-Muhaimin merangkak naik dari 19,6 persen ke 22,3 persen.
Di sisi lain, jumlah responden tidak menjawab yang mencapai 18,3 persen pada Oktober menjadi 8,3 persen pada Desember, Dari data tersebut, LSI membaca bahwa bahwa responden yang belum menentukan pilihannya pada Oktober lalu banyak beralih ke Prabowo.
“Dan sebagian dari kenaikan Prabowo itu berasal dari penurunan suara Ganjar,” ujar Djayadi.
“Sementara Anies tidak mendapatkan dampak negatif dari kenaikan Prabowo, malah mengalami kenaikan,” lanjut Djayadi.
Berdasarkan temuan LSI, mayoritas pendukung Anies-Muhaimin memutuskan memilih pasangan nomor urut 1 itu karena ingin adanya perubahan dengan angka 12,2 persen.
Kemudian, mayoritas pendukung Prabowo -Gibran memandang keduanya paling mampu memimpin dengan angka 11,7 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231125_Hsil-survei.jpg)