Pilpres 2024
Pakar Psikologi Forensik Ungkap Hal Penting Dibalik Joget Gemoy Prabowo Saat Debat, Singgung Trump
Pakar Psikologi Forensik ungkap hal penting dibalik joget gemoy Prabowo Subianto saat debat, Singgung Donald Trump
TRIBUNKALTIM.CO - Prabowo Subianto kerap menampilkan aksi joget di Pilpres 2024 ini.
Seperti yang diperlihatkan capres nomor 2 ini saat debat capres perdana.
Alhasil, joget gemoy ala Prabowo Subianto pun kini trending.
Namun, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel punya pandangan tersendiri soal joget gemoy ini.
Hal ini karena Prabowo terlampau sering berjoget gemoy, setelah debat perdana Pilpres 2024 digelar, Reza Indragiri Amriel mengaku berempati.
Baca juga: Jokowi Tunjuk Ridwan Kamil Jadi Kurator IKN Nusantara, Perannya Krusial, Ada Patung Soekarno-Hatta
Baca juga: Hadapi Anies Baswedan, Prabowo 2 Kali Keluarkan Jurus Pencak Silat, Mas Anies. . . Mas Anies
“Sudah hampir dua jam debat berlangsung, Executive functioning Prabowo tertakar, dan saya berempati pada beliau,” kata Reza Indragiri Amriel dalam pesan singkatnya, Rabu (13/12/2023).
Reza Indragiri Amriel mengaku sebagai orang yang mendukung Prabowo pada dua kali Pilpres, ia merisaukan executive functioning dari capres nomor 2 itu.
"Sekarang bukan kondisi fisik Prabowo yang saya risaukan. Toh dia sudah menjalani pemeriksaan di rumah sakit," imbuhnya.
Joget berulang tanpa memperhatikan konteks acara, ditambah pernyataan-pernyataan Prabowo yang serba mengambang dan terputus, itulah yang membuat Reza waswas akan satu hal. Yaitu, executive functioning Prabowo.
Executive functioning bersangkut paut dengan kesanggupan manusia mengelola informasi lalu membuat keputusan yang solid.
Joget Prabowo terkesan sebagai bentuk kompensasi, sekaligus pengalihan perhatian audiens, atas menurun jauhnya kemampuan Prabowo berpikir strategis dan tuntas di level tertinggi pejabat negara.
Strategi branding lewat joget juga berpotensi menjadi senjata makan tuan.
Ketika orang-orang di sekitar Prabowo terus mengarahkan Prabowo untuk berjoget, itu berarti mereka bukan melatih Prabowo untuk memulihkan executive functioning-nya, melainkan justru mempertumpul kapasitas kognitif Prabowo.
Reza menjelaskan Donald Trump juga berjoget pada tahun 2019.
Boris Yeltsin melakukan hal yang sama di 1996. Trump ajojing selepas lolos dari serangan Covid 19. Yeltsin dikenal punya riwayat penyakit jantung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231213_Debat-Capres-Prabowo.jpg)