Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Bontang Terkini

Data Warga Miskin Bontang Diragukan, Pemerintah akan Survei Ulang Tahun Depan

Data warga miskin di Kota Bontang 2023 mencapai 47 ribu orang. Namun angka yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diragukan

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi- Warga Bontang dalam kategori miskin tercatat dalam laman Simpatiku mencapai 47 ribu orang. Namun data tersebut diragukan banyak pihak.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Data warga miskin di Kota Bontang 2023 mencapai 47 ribu orang.

Namun angka yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) lewat laman Simpatiku diragukan banyak pihak.

Laman yang diluncurkan pada 2022 lalu itu, digunakan pemerintah untuk menghimpun sejumlah data dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Khususnya pencatatan jumlah warga miskin bersumber dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM).

Tetapi, Dinsos-PM sendiri meragukan data tersebut pasalnya angka yang dimuat di laman Simpatiku, jauh berbeda dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 lalu hanya 8.390 orang atau 4,5 persen.

Baca juga: Serahkan Rp 200 Juta, Bupati Kukar Berharap Masjid Dakwatul Haqq Jadi Contoh Pendataan Warga Miskin

Baca juga: Beda Agama Satu Visi, 4 Advokat di Balikpapan Kompak Beri Bantuan Hukum Buat Warga Miskin

"Kalau kita lihat di Simpatiku itu basis data kemiskinan mengejutkan, 25 persen dari jumlah penduduk Bontang. Ini juga saya ragukan validitas-nya," kata Kepala Dinsos-PM Bahtiar Mabe saat dikonfirmasi, Jumat (22/12/2023).

Ia menjelaskan sumber data yang tercatat tersebut berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial serta Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), Kemenko Bidang Perekonomian.

Bahtiar mengaku akan menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan verifikasi kembali kelapangan.

Mencocokan data Kemensos dan Kemenko berdasarkan survei kemiskinan orang per orang berikut dengan titik koordinat rumahnya.

"Tahun depan kita akan cocokan data di Kemensos dan Kemenko. Serta akan pendataan secara riil di lapangan," ungkapnya.

Validitas data tersebut juga disoal Anggota Komisi I DPRD Bontang Raking, ia menyebut pemerintah mesti segera merevisi pendataan jumlah warga miskin.

"Program penanggulangan kemiskinan sulit tepat sasaran apabila basis datanya kacau. Saya minta ini segera direvisi," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Samarinda Bakal Salurkan 10 Kubik Air Gratis Bagi Warga Miskin

Terpisah, kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Bontang Agus Salim mengarahkan agar pendataan kemiskinan merujuk data dari BPS.

"Maaf pak untuk data publikasi tidak lagi di Simpatiku. Jika ingin mencari sementara data kemiskinan di BPS pak," ungkap Agus Salim. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved