Berita Nasional Terkini

Jadwal Fenomena Langit pada Tahun 2024: Supermoon, Minimoon, hingga Jarak Terdekat Bumi-Bulan

Dalam kajian astronomi menurut BMKG, tahun 2024 menawarkan berbagai fenomena menarik seputar Bulan, mengungkapkan hubungan yang kompleks.

|
Penulis: Dzakkyah Putri | Editor: Syaiful Syafar
bmkg.go.id
Fase-fase Bumi - Bulan yang meliputi Supermoon dan Minimoon pada tahun 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis fase-fase Bulan dan jarak Bumi-Bulan pada tahun 2024.

Dalam kajian astronomi menurut BMKG, tahun 2024 menawarkan berbagai fenomena menarik seputar Bulan, mengungkapkan hubungan yang kompleks antara fase Bulan, jaraknya dari Bumi, dan posisinya dalam orbitnya.

Fenomena ini terurai dalam variasi fase Bulan dan perbedaan jaraknya, yang memberikan penampakan visual yang berbeda bagi pengamat di Bumi.

Menurut penelitian ini, Bulan menampilkan perubahan bentuknya yang disebut sebagai fase-fase Bulan.

Terdapat empat fase utama, yakni Bulan baru, setengah purnama awal, purnama, dan setengah purnama akhir.

Baca juga: 4 Amalan yang Dapat Dikerjakan saat Terjadinya Fenomena Alam Gerhana Bulan

Mengutip bmkg.go.id, periode revolusi Bulan dari fase Bulan baru ke fase setengah purnama awal, purnama, setengah purnama akhir, dan kembali ke fase Bulan baru dikenal sebagai periode sinodis, yang rata-rata berlangsung selama 29,53059 hari (29 hari 12 jam 44 menit 03 detik).

Selain itu, orbit Bulan sekitar Bumi memiliki bentuk elips, menghasilkan posisi terdekat yang disebut perige dan posisi terjauh yang disebut apoge.

Periode revolusi Bulan dari perige ke apoge dan kembali ke perige disebut sebagai periode anomalistik, yang rata-rata memakan waktu 27,55455 hari.

Karena perbedaan panjang periode ini, kadang-kadang Bulan akan berada pada fase Bulan baru ketika berada di apoge, sementara pada saat lain, Bulan akan berada pada fase purnama ketika berada di perige.

Ini menciptakan variasi unik dalam penampakan Bulan yang dapat diamati oleh pengamat Bumi.

Baca juga: Badai Matahari 2023 dan Dampaknya, Berbahaya Sekaligus Menghadirkan Fenomena Langit yang Cantik

Menariknya, tahun 2024 menawarkan momen penting dalam dinamika Bulan.

Melalui analisis data astronomi, terlihat bahwa pada 10 Maret 2024, Bulan mencapai posisi terdekatnya dari Bumi (perige) pada pukul 14.05 WIB dengan jarak 356.894 km, hanya dalam waktu 1 jam 55 menit sebelum bulan masuk ke fase Bulan baru.

Hal serupa terjadi pada 25 Februari 2024 saat Bulan berada di apoge sejauh 406.311 km pada pukul 22.00 WIB, hanya dalam waktu 26 jam 30 menit sebelum Bulan memasuki fase purnama.

Perubahan jarak Bulan dari Bumi juga memengaruhi ukuran relatif Bulan yang terlihat dari Bumi.

Misalnya, saat Bulan dalam fase purnama pada 17 Oktober 2024 yang mendekati posisi perige, diameter semi Bulan yang terlihat adalah 16' 42,79".

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved