Tribun Kaltim Hari Ini
Kabupaten Mahakam Ulu Masih Kekurangan Guru Agama dan Matematika
Kadisdikbud Mahulu Samson Batang mengatakan sebagai lokasi penempatan, sekolah baru akan lebih diprioritaskan.
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) sangat bersyukur atas kebijakan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru.
Dengan adanya kebijakan ini, mampu memenuhi kebutuhan guru di daerah Mahulu yang minim tenaga pengajar. Di tahun 2023, Pemkab melakukan seleksi PPPK di Mahulu.
Meski, sampai saat ini belum diumumkan lokasi penempatan guru lulus seleksi PPPK tersebut.
Baca juga: Samson Batang Khawatir Bila Ada Pemberhentian Tenaga Honorer di Mahakam Ulu
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan atau Kadisdikbud Mahulu Samson Batang mengatakan sebagai lokasi penempatan, sekolah baru akan lebih diprioritaskan.
“Karena sekolah baru masih relatif kekurangan tenaga pendidik. Bahkan beberapa sekolah ada yang belum memiliki tenaga pengajar untuk mata pelajaran tertentu. Misalnya tidak mempunyai tenaga pengajar agama, matematika," katanya, Rabu (17/1/2024).
Untuk melengkapi kekurangan tersebut, nantinya guru PPPK tersebut akan ditempatkan di sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar. Hal ini berdasarkan pertimbangan kebutuhannya.
"Kita melihat dari data yang ada," sebutnya. Kadisdikbud Mahulu mengatakan dari data Dapodik yang ada tersebut dapat disimpulkan jumlah sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar.
Data itu akan dijadikan rujukan untuk mengusulkan jumlah kebutuhan yang harus diusulkan oleh Disdikbud.
"Kita juga sangat membutuhkan tenaga PPPK tapi karena jurusannya lain," tuturnya saat ditanya mengenai kendala rekrutmen PPPK.
Tahun 2024 ini pemerintah pusat akan kembali membuka formasi CPNS dan PPPK guru. Kadisdikbud Mahulu ini mengatakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut nantinya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah. "Biasanya sesuai dengan pendidikannya," imbuhnya. (tar)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/202410105_Ilustrasi-pelajar-di-Mahakam-Ulu-Mahulu.jpg)