Tribun Kaltim Hari Ini
2 Sahabat di Samarinda Kompak jadi Pengedar Narkoba, Barang Bukti Sabu 4,63 Gram
transaksi terlarang kedua perempuan itu dilaporkan masyarakat kepada pihak kepolisian.
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO - SAMARINDA- Persahabatan sejak lama, dua perempuan bernama Elias (34) alias Lisa dan Nurul alias Ayong (25) malah kompak jadi pengedar narkotika sabu.
Karena meresahkan, akhirnya transaksi terlarang kedua perempuan itu dilaporkan masyarakat kepada pihak kepolisian.
Keduanya pun tak berkutik saat Tim Hyena Satresnrkoba Polresta Samarinda meringkus keduanya di
sebuah indekos Jalan Abdoel Wahab Syahranie 4, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara pada Kamis (25/1/2024) lalu. Digerebek pada Pukul 02.30 Wita, polisi mendapatkan barang bukti sembilan paket sabu-sabu dengan berat total 4,63 gram dari tangan Lisa dan Ayong.
Baca juga: Api Nyaris Kenai Rumah Warga, Lahan Kosong di Jalan Jakarta Samarinda Diduga Dibakar
Tak hanya itu polisi juga mengamankan sebuah timbangan digital, dua sendok penakar, dua bundel plastik klip serta dua unit ponsel. Dari hasil interogasi diketahui barang haram itu milik Lisa.
Sementara Ayong yang awalnya hanya suka menginap di kos-kosan Lisa akhirnya tergiur membantu menjualkan dengan upah Rp 50 ribu per poket.
"Pengakuan mereka sudah jual sabu selama kurang lebih tiga bulan," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo saat dikonfirmasi Minggu (28/1).
Untuk pangsa pasar kedua perempuan ini menjual langsung kepada teman sepermainan mereka. Selama tiga bulan itu Lisa mengaku sudah mengambil sabu tersebut sebanyak dua kali dengan sistem jejak.
"Dia beli 20 gram dengan harga Rp20 Juta. Katanya awalnya lihat temannya yang banyak uang karena jualan sabu. Benar sih cepat lakunya. Tapi cepat juga masuk penjaranya. Jadi jangan main-main dengan narkoba," tegas Kompol Bambang. Saat ini kepolisian masih mendalami asal barang terlarang tersebut.(ave)
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
| Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti, Gubernur Rudy Mas'ud Singgung Minimnya Kandidat Putra Daerah |
|
|---|
| Bawa Bipang dari Kampung, Saleh Pulang Bareng Ribuan Pemudik ke Balikpapan |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Naik, Pemudik dari Kaltim Beralih ke Jalur Darat |
|
|---|