Tahun Baru Imlek 2024
10 Kuliner Khas Imlek, Lengkap dengan Filosofi dan Resepnya
Topik tentang Imlek yang menarik untuk diperbincangkan adalah kuliner khas pembawa keberuntungan.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO - Topik tentang Imlek yang menarik untuk diperbincangkan adalah kuliner khas pembawa keberuntungan.
Beberapa makanan khas Imlek yang paling populer di antaranya kue keranjang, mie goreng, manisan segi delapan, yu sheng dan banyak lagi.
Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi di Tiongkok, merupakan waktu untuk membersihkan masa lalu dan membawa tahun keberuntungan.
Hal ini diamati di banyak budaya Asia, termasuk keturunan China, Korea, dan Vietnam.
Selain makanan dan kue ada juga beberapa minuman khas yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kuliner khas Imlek beserta maknanya dalam budaya Tionghoa:
Baca juga: Sejarah 1 Februari: Tahun Baru Imlek Menjadi Hari Libur Nasional, Tepat 21 Tahun yang Lalu
1. Kue keranjang
Kurang lengkap rasanya jika merayakan Imlek tanpa kue keranjang.
Kue yang teksturnya mirip dengan dodol ini memiliki makna yang cukup dalam, yakni melambang harapan keluarga supaya dapat bersatu dan hidup rukun.
Kue keranjang biasanya disusun bertumpuk.
Tumpukan ini juga memiliki makna khusus, yaitu lambang pendapatan, posisi, dan pertumbuhan anak-anak agar lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Bahan:
375 ml air panas
400 gram gula pasir
300 gram oats cepat masak, haluskan dengan blender
300 gram tepung ketan
75 gram tepung sagu (tepung kanji)
300 ml santan
1/4 sdt garam
1/2 sdm minyak goreng untuk olesan
Cara Membuat:
1. Campur air panas dan gula pasir, aduk hingga gula larut. Saring.
2. Taruh tepung oats, tepung ketan, dan tepung sagu dalam wadah. Tambahkan campuran air panas dan gula pasir. Aduk rata.
3. Tambahkan santan dan garam. Aduk hingga adonan halus dan rata.
4. Olesi cetakan dengan minyak goreng. Tuangkan adonan hingga penuh. Kukus selama 30 menit hingga kue matang. Angkat.
5. Setelah dingin, potong-potong. Sajikan.
2. Yu sheng
Yu sheng merupakan salada yang berisi irisan halus sayuran dan buah.
Ada juga yang menambahkan ikan salmon maupun ikan tuna di atas yu sheng.
Hidangan ini memiliki makna keberuntungan bagi yang mempercayainya.
Saat menikmati yu sheng, setiap anggota keluarga harus mengangkat yu sheng setinggi mungkin.
Semakin tinggi seseorang mengangkatnya, makin besar pula kemungkinan harapan mereka terkabul.
Bahan:
1 sdt minyak wijen
3 sdm air putih
2 sdm saus plum (bisa diganti dengan mencampur 1 cangkir selai plum, 1 sdt bubuk bawang putih, 1 sdm cuka beras, dan 1/4 sdt jahe bubuk)
1 buah mentimun
1 buah wortel
1/4 buah lobak putih
80 gram ubi ungu
1/4 buah jeruk bali
50 gram tepung serbaguna
2 sdt garam
30 gram mentega tawar
400 ml minyak sayur
1⁄2 sdt lada bubuk
1 sdt bubuk lima rempah atau ngo hiong
1 sdt kacang-kacangan sangrai (bisa pakai kacang mete atau almond)
Acar jahe secukupnya (opsional)
1 buah jeruk nipis
Daging salmon secukpnya, sesuai selera
1 sdt biji wijen sangrai
1 sdt minyak zaitun
Cara Membuat:
1. Campur minyak wijen, air, dan saus plum dalam satu wadah. Aduk rata dan sisihkan.
2. Parut mentimun yang sudah dihilangkan bijinya menggunakan parutan berongga agak besar. Parut juga wortel dan lobak putihnya. Kupas kulit jeruk bali dan ambil daging buahnya. Sisihkan.
3. Iris tipis ubi ungu kemudian gurih sampai kering. Sisihkan.
4. Kerupuk gandum: Campur tepung serbaguna, garam, dan mentega dalam satu mangkuk, aduk rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai membentuk adonan lembut. Ratakan adonan dan potong berbentuk persegi panjang kecil. Panaskan minyak dengan api sedang lalu goreng hingga berwarna coklat keemasan. Tiriskan dan sisihkan.
5. Siapkan piring saji berukuran besar. Tata semua bahan untuk yu sheng di bagian pinggirnya lalu letakkan potongan daging salmon di tengahnya. Tambahkan minyak zaitun, saus plum yang sudah dicampur, bubuk lima rempah, biji wijen, dan kacang tumbuk di saladnya.
3. Bebek atau ayam
Dalam perayaan Imlek, bebek atau ayam biasanya dimasak dan disajikan secara utuh tanpa dipotong-potong.
Hidangan ini melambangkan kesetiaan dan ketaatan.
Pasalnya dalam budaya Tiongkok sendiri, bebek atau ayam disebut-sebut sebagai hewan yang bersifat serakah.
Itulah sebabnya, bebek dan ayam disajikan saat perayaan Imlek.
Tujuannya agar yang menyantapnya terhindar dari sifat buruk tersebut.
Resep Bebek Isi Rebung Jamur
Bahan:
1 ekor bebek (berat 1500 gram)
3 sendok makan minyak goreng
2 siung bawang putih (cincang)
3 butir bawang merah (cincang)
1 sendok teh jahe cincang
15 gram ebi (potong kecil)
100 gram rebung (potong kecil)
100 gram daging ayam (potong-potong)
5 buah jamur hioko (rendan dalam air hangat)
Garam secukupmya
Gula secukupnya
Merica secukupnya
1 1/2 sendok makan saus tiram
1 sendok makan kecap asin
1/2 sendok teh kecap manis
400 gram nasi ketan
2 buah bunga lawang (pekak)
1 sendok teh merica cina
1 lembar kayu manis
5 sendok makan tepung terigu
Bumbu bebek isi (campurkan):
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica
1 sendok makan kecap asin
1 sendok teh mushroom soy sauce
10 potong jahe (iris tipis)
1 batang daun bawang ukuran besar (potong-potong)
Cara membuat bebek isi rebung jamur:
1. Bersihkan bebek menggunakan air mendidih, lalu tiriskan dan lap permukaan daging bebek. Ingat, untuk sajian ini daging bebek tidak dipotong-potong.
2. Lumuri seluruh bagian bebek dengan campuran bumbu, kemudian diamkan selama enam jam atau sampai semalaman.
3. Tumis bawang putih, bawang merah, dan jahe sampai harum, lalu masukkan ebi, dan masak sembari diaduk hingga rata
4. Masukkan rebung, daging ayam, jamur hioko, garam, gula, merica, saus tiram, kecap asin, dan kecap manis. Masak sembari diaduk hingga tercampur rata.
5. Tambahkan nasi ketan dan aduk kembali hingga rata. Setelah itu masukkan tumisan ke dalam perut bebek dan jahit badan bebek menggunakan benang untuk menutupi isian.
6. Kukus bebek bersama bunga lawang, merica cina, dan kayu manis dalam kukusan yang sudah mendidih menggunakan api kecil selama 90 menit.
7. Angkat bebek dari kukusan, kemudian lumuri bebek dengan kecap asin dan tepung terigu. Setelah itu goreng bebek dalam minyak panas hingga kuning kecokelatan.
8. Angkat bebek, lalu goreng kembali sekitar empat menit, dan sajikan
4. Sup delapan bentuk (eight treasure soup)
Disebut sup delapan bentuk karena makanan khas Imlek ini memang terbuat menggunakan delapan bahan dasar.
Beberapa bahan yang digunakan ialah teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginkgo, dan biji lotus.
Filosofi dari sup delapan bentuk ini adalah adanya harapan dari usaha atau bisnis supaya lebih berkembang pesat di tahun yang baru.
Bahan:
10 gram jamur shitake kering
375 gram mi telur segar kental
4 lempeng hu pio atau perut ikan ukuran besar
200 gram udang yang sudah dikupas dan dibersihkan
5 cangkir kaldu ayam
60 ml kecap asin rasa ringan
2 sdt cuka beras
200 gram dada ayam, potong memanjang
200 gram daging babi panggang, potong (non halal - bisa diganti daging sapi slice)
1/2 buah bawang bombai, cincang halus
1 buah wortel, potong tipis memanjang
120 gram kacang polong
4 batang daun bawang, iris tipis
4 lempeng hu pio atau perut ikan ukuran besar
Cara Membuat:
1. Rendam jamu shitake dengan air mendidih selama 20 menit atau sampai lunak. Tiriskan dan peras airnya. Buang batangnya lalu iris tipis-tipis.
2. Didihkan air dalam panci besar lalu masak mi selama 1 menit atau hingga matang. Tiriskan lalu bilas dengan air dingin. Bagi secara merata menjadi empat mangkuk saji.
3. Rebus kaldu ayam menggunakan api besar. Kecilkan apinya lalu tambahkan kecap asin dan cuka beras, aduk hingga tercampur. Didihkan selama 2 menit, kemudian masukkan daging ayam, udang, dan daging babi. Masak lagi selama 2 m2nit atau hingga matang.
4. Tambahkan bawang bombai, wortel, kacang polong, jamur shitake, hu pio, dan setengah daun bawang. Masak selama 1 menit atau hingga wortel empuk.
5. Bagi sayuran dan daging ke dalam 4 mangkuk saji yang sudah berisi mi. Tuang kaldu panas di atasnya lalu hiasi dengan sisa daun bawang.
5. Dumpling (jiaozi)
Dumpling merupakan simbol dari reuni keluarga yang juga mewakili lambang kemakmuran karena bentuknya mirip dengan uang Tiongkok kuno.
Biasanya dumpling diisi dengan daging babi giling atau daging sapi yang juga dicampur dengan sayuran seperti rebus, kubis, dan daun bawang.
Cara menikmatinya, dumpling dicelupkan pada kecap asin yang dicampur dengan jahe.
Bahan:
100 gram sawi putih, potong
200 gram ayam filet, potong
1 buah wortel, kupas kulitnya, potong
1 sdm kecap asin
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1 ruas jahe
2 batang daun bawang, potong
3 siung bawang putih
1 sdt garam
1/4 sdt penyedap rasa bubuk
1 sdm minyak wijen
10-20 lembar kulit dimsum
Cara Membuat:
1. Siapkan chopper atau blender. Masukkan semua bahan ke dalam chopper, kecuali kulit dimsum. Nyalakan chopper, haluskan bahan.
2. Ambil kulit dimsum, beri satu sendok teh adonan jiaozi. Lipat menjadi bentuk setengah lingkaran. Kemudian, lipat bagian pinggir kulit. Lakukan sampai kulit dimsum dan adonan habis.
3. Panaskan panci pengukus. Masukkan jiaozi, kukus sampai matang. Angkat.
4. Panaskan wajan antilengket, oles dengan minyak goreng. Masukkan jiaozi, panggang sampai semua sisi kecoklatan. Angkat. Sajikan jiaozi bersama saus chilli oil.
6. Kue tang yuan
Kue tang yuan atau bola-bola ketan juga kerap dihidangkan saat perayaan Imlek.
Kue ini merupakan makanan ringan yang berbentuk bulat dan dibuat dengan tepung ketang.
Biasanya disajikan bersama dengan kuah jahe yang hangat.
Filosofi dari hidangannya sendiri ialah sebagai pengikat atau perekat keluarga dan kerabat.
Baiknya nikmati kue tang yuan selagi hangat supaya makin nikmat rasanya.
Bahan adonan:
150 gr tepung beras ketan
20 gr tepung beras putih
200 ml air (bisa disesuaikan)
Pewarna makanan
Air jahe:
600 ml air
100 gr jahe, kupas kulitnya
3 lembar daun pandan, ikat
200 gula batu/bisa diganti gula pasir
Cara membuat:
1. Campur kedua jenis tepung. Tambahkan air sedikit demi sedikit dan uleni sampai kalis. Bagi adonan sejumlah dengan aneka warna yang diinginkan.
2. Campur masing-masing pewarna dengan bagian-bagian tersebut hingga merata.
3. Rebus air hingga mendidih. Masukkan satu-persatu. Rebus hingga matang. Tiriskan. Masukkan ke air es.
4. Air Jahe: Rebus air hingga mendidih. Masukkan daun pandan, gula batu dan aduk hingga gula larut.
5. Gula batu atau gula pasir bisa diganti menjadi gula merah, sesuai selera.
7. Telur rebus dalam teh
Ini merupakan telur yang direbus dengan kecap asin dan teh.
Rasanya terbilang unik dan berbeda dengan telur rebus biasanya.
Telur rebus ini dimaknai sebagai simbol kesuburan.
Bahan:
4 butir telur
750 ml air matang
1 sdt garam
2 sdt gula
1 bunga lawang
1 batang kayu manis
5 gr teh (atau 2 kantong teh)
60-80 ml kecap asin
Cara Membuat:
1. Rebus telur selama 10 menit. Angkat kemudian taruh di air dingin.
2. Tuang 750 ml air ke dalam panci, masukkan garam, gula, bunga lawang, kayu manis, satu daun salam, 2 kantong teh, dan kecap asin.
3. Keringkan telur lalu buat retakan di seluruh cangkangnya.
4. Masak campuran rempah dan masukkan telur. Tunggu hingga mendidih.
5. Setelah mendidih, kecilkan api lalu tutup panci dan masak hingga 60 menit. Matikan api dan biarkan telur tetap di dalam panci hingga dingin. Setelah dingin, sisihkan telur.
6. Saring air rempah-rempah lalu masukkan telur ke dalam air yang sudah jernih, diamkan selama minimal 3 jam atau masukkan ke dalam kulkas dan simpan semalaman.
8. Minuman dari buah naga
Buah naga banyak dicari masyarakat sebagai sajian khas Imlek.
Buah naga diyakini kaya nutrisi dan vitamin serta mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh hingga sebagai pencegah kanker.
Biasanya buah naga disajikan dalam bentuk minuman.
Bahan:
1 L susu cair
250 ml sirop stroberi
50 ml sirop vanili
12 bh jeli ukuran mini
1 bh buah naga merah, potong dadu 1 cm
Es batu
Cara Membuat:
1. Campurkan susu, sirop stroberi, dan sirop vanili, aduk rata.
2. Tambahkan jeli dan buah naga, aduk rata.
3. Sajikan segera dengan es batu.
9. Es jeruk
Jeruk menjadi buah yang juga disajikan saat Imlek.
Biasanya, jenis jeruk yang disajikan adalah jeruk mandarin ponkam.
Selain sebagai manisan, jeruk biasanya juga disajikan dalam bentuk minuman.
Bahan:
500 gr jeruk peras
100 gr gula pasir
200 ml air kelapa muda
3 bh kelapa muda, keruk, ambil dagingnya
Cara Membuat:
1. Belah semua jeruk, ambil airnya.
2. Campur air jeruk dengan gula pasir dan air kelapa, aduk sampai larut.
3. Taruh kelapa muda dalam gelas, tambahkan air jeruk dan es batu.
4. Sajikan segera.
Baca juga: 8 Makanan Khas Imlek dan Maknanya di Tahun 2024
10. Wedang Ronde
Wedang yang dianggap minuman untuk para Dewa bagi keturunan Tionghoa ini terbuat dari sari jahe.
Minuman hangat ini berasal dari Solo.
Wedang ronde terbuat dari air rebusan jahe yang diberi pandan, serai, serta isiannya yakni bola-bola ketan.
Bola-bola tersebut biasanya berisi kacang tanah.
Tapi, ada pula yang ditambah dengan isian lain seperti potongan roti, dan kolang kaling.
Bahan:
750 ml air
150 gr gula pasir
3 lbr daun pandan
4 btg serai, memarkan
50 gr jahe, memarkan
Isi:
100 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
100 ml air
1/2 sdt air kapur sirih
pewarna merah dan hijau
100 gr enting-enting kacang, tumbuk kasar
Cara membuat:
1. Kuah: masak air, gula, daun pandan, jahe, dan serai hingga mendidih.
2. Kecilkan api, tutup panci, rebus terus sampai harum.
3. Bahan isi: campur tepung ketan dan garam dengan air dan air kapur sirih lalu aduk sampai adonan bisa dipulung.
4. Bagi adonan jadi 3 bagian, masing-masing beri warna merah, hijau, dan satu bagian tetap putih.
5. Ambil sejumput adonan, isi tengahnya dengan enting-enting kacang, bulatkan seperti kelereng.
6. Masukkan dalam air mendidih, masak sampai terapung lalu angkat.
7. Celupkan dalam air matang dingin agar tidak saling melekat.
8. Lakukan hal yang sama untuk semua adonan.
Itulah beberapa resep kuliner khas yang ada dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Semoga bermanfaat. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240115_imlek-kapan.jpg)