Tribun Kaltim Hari Ini
Agar Tidak Diselewengkan Sebagai Sarana Kampanye, Bulog Berau Terus Melakukan Pemantauan
Meski begitu, pihaknya sudah mengimbau dan bersurat kepada agen, untuk mematuhi aturan agar tidak menyalahgunakan beras bulog sebagai sarana kampanye.
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebentar lagi Pemilu 2024 berlangsung, Perum Bulog masih melakukan pemantauan agar beras Bulog tidak diselewengkan sebagai sarana kampanye Pilkada 2024 berlangsung nanti.
Kepala Perum Bulog Berau, Muhammad Mukhlis mengakui, saat ini tidak ada penyelewengan tersebut. Meski, ada saja beberapa pihak yang hendak memanfaatkan beras bulog sebagai sarana kampanye.
“Memang ada yang cawe-cawe lah istilahnya. Tapi melalui agen kita,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (7/1).
Meski begitu, pihaknya sudah mengimbau dan bersurat kepada agen, untuk mematuhi aturan agar tidak menyalahgunakan beras bulog sebagai sarana kampanye.
Baca juga: Kabupaten Berau Usulkan 450 Formasi CPNS, Komitmen Perjuangkan PPPK
Pihaknya juga rutin melakukan tracking kepada para agen. Dengan jumlah pembelanjaan para agen. Biasanya, toko agen yang cenderung kecil, tidak begitu massif mengambil barang sekaligus banyak.
Jika agen dengan toko kecil melalukan lonjakan pembelanjaan yang sangat besar, hal itu bisa saja dicurigai oleh pihak Perum Bulog Berau. “Kita lihat riwayat transaksi merek, kalau terlalu banyak dan tokonya kecil, bisa kita track mereka,” bebernya.
Tiap agen memiliki batasan maksimal pembelanjaan sebanyak 2 ton. Saat ini aturan dari Bapennas berubah, toko diperbolehkan belanja per dua hari atau tiga hari sekali dengan jumlah maksimal. “Ada aturan yang berubah. Karena kita tidak bisa membiarkan stok kosong. Kalau dulu, agen hanya boleh seminggu sekali membeli 2 ton,” bebernya.
Jika ditemukan agen yang menjual beras sebagai sarana kampanye, dipastikan pihaknya akan segera di blacklist dari agen.
Sementara itu, sebelumnya, jelang enjelang Ramadan tahun ini, Perum Bulog Berau menyiapkan beras sebanyak 500 ton. Dijelaskan Kepala Perum Bulog, Muhammad Muklis, saat ini stok beras yang ada digudang Bulog Berau sebanyak 250 ton saja.
Dengan stok yang hanya 250 ton itu, dapat bertahan sekiranya 1-2 bulan. Sehingga pihaknya masih membutuhkan stok baru. “Rencana masuk 1.000 ton, tapi ini masih bertahap. 500 ton dulu inshallah datang di awal Maret,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (6/2).
Mukhlis mengakui, terdapat lonjakan pembelian menjelang bulan ramadan. Sebab, pembelian bisa saja untuk momen berbagi, acara buka bersama dan konsumsi pribadi yang meningkat.
Peningkatan penjualan saat ini, juga dipengaruhi harga beras yang masih meningkat dipasaran, dan stok yang terbatas. “Kalau normal, dalam satu bulan sekiranya bisa terjual 50 ton beras, kalau saat ini, karena harga beras secara merata mahal, dalam satu bulan bisa habis hingga 100 ton,” jelasnya.
Untuk penyaluran beras, dibantu oleh mitra mereka. Agen nantinya menyalurkaN. Kepada masyarakat. Masyarakat juga dapat membeli secara langsung melalui pasar murah yang digelar, atau datang langsung ke kantor Bulog Berau.
Saat ini, belum ada pembatasan pembelian beras. Untuk mitra mereka dijatah pembelian maksimal 2 ton. Pembelian 2 ton tersebut, bisa dilakukan lagi setelah 3 hari atau ketika stok habis. “Untuk saat ini permintaan beras memang banyak, dan kami sanggup memenuhinya,” tegasnya.
Harga beras di perum Bulog sendiri per 5 Kilogram (kg) berada diangka Rp 51.500 dan HET pihaknya ada diangka Rp 57.500.
Biasanya HET tersebut digunakan pada wilayah agen yang jauh dari kecamatan kota. Contohnya seperti Bidukbidik. (snw)
| Israel Tangkap 5 WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza, Prabowo Diminta Lobi Donald Trump |
|
|---|
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240206-Kepala-Perum-Bulog-Berau-Muhammad-Mukhlis.jpg)