Sejarah
Sejarah 13 Februari: Hari Persatuan Farmasi Indonesia
Simak penjelasan dan informasi terkait sejarah 13 Februari yaitu hari persatuan farmasi Indonesia yang ke 77 Tahun.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
TRIBUNKALTIM.CO - Simak penjelasan dan informasi terkait sejarah 13 Februari yaitu hari persatuan farmasi Indonesia.
13 Februari menjadi hari bersejarah bagi tenaga kesehatan yaitu farmasi, mengapa demikian? dikarenakan pada 13 Februari merupakan hari persatuan farmasi Indonesia.
Hari Persatuan Farmasi Indonesia diperingati setiap tanggal 13 Februari dan pada tahun 2024 sehingga farmasi Indonesia merayakan usianya yang ke-77.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) didirikan di Yogyakarta pada tanggal 13 Februari 1946 oleh Zainal Abidin yang kemudian menjabat sebagai ketua PAFI.
Pertemuan para tenaga ahli farmasi di Hotel Merdeka Yogyakarta pada tanggal tersebut menjadi momen bersejarah yang kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Persatuan Farmasi Indonesia (PAFI).
Apoteker, baik asisten apoteker, maupun tenaga teknis di bidang farmasi, berkumpul dalam PAFI menciptakan wadah untuk berkolaborasi.
PAFI memiliki peran penting dalam menghubungkan dan memajukan profesi farmasi di Indonesia.
Hari ini, seorang apoteker tidak hanya memenuhi syarat untuk memberikan resep obat dan pengobatan bebas resep untuk penyakit ringan, tetapi juga bertanggung jawab atas pengawasan obat yang diberikan kepada pasien.
Baca juga: Sejarah 11 Februari: Nelson Mandela Dibebaskan dari Penjara Victor Verster Cape Town, Afrika Selatan
Selain itu, apoteker memberikan saran dan nasihat tentang gaya hidup sehat.
Apoteker memegang peranan penting dalam berbagai sektor pekerjaan, termasuk di klinik, rumah sakit, dan laboratorium penelitian.
Dalam lingkungan klinik, apoteker tidak hanya memberikan layanan resep obat kepada pasien, tetapi juga memberikan saran terkait dosis yang tepat, potensi interaksi obat, dan memberikan informasi mengenai penggunaan obat yang aman.
Di rumah sakit, apoteker berkolaborasi dengan tim medis untuk memastikan bahwa pemberian obat sesuai dengan protokol yang ditetapkan dan memantau efek samping yang mungkin terjadi.
Sementara itu, di laboratorium penelitian apoteker terlibat dalam pengembangan dan uji coba obat baru, serta penelitian terkait efektivitas dan keamanan obat.
Peran apoteker dianggap sangat penting untuk mendukung kesehatan suatu negara.
Mereka tidak hanya berkontribusi dalam aspek pengobatan, tetapi juga memiliki dampak besar dalam pencegahan penyakit dan promosi kesehatan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240212_HARI-FARMASI.jpg)