Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Berita Nasional Terkini

Tornado Pertama di Indonesia, Peneliti BRIN: Bukan Angin Puting Beliung

BRIN mengungkapkan bahwa fenomena angin yang terjadi di Rancaekek, Bandung, bukanlah angin puting beliung melainkan tornado.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
Tangkapan layar video
Tornado menerjang kawasan Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (21/2/2024) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO - BRIN atau Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional mengungkapkan bahwa fenomena angin yang terjadi di Rancaekek, Bandung, bukanlah angin puting beliung melainkan tornado.

Sebuah tornado menerjang kawasan industri di wilayah Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/2/2024), sekitar pukul 15.30 WIB.

Fenomena tersebut menjadi tornado pertama yang terjadi di Indonesia.

Terlihat dari kekuatan dan kecepatan angin yang tertangkap kamera warga ketika fenomena berlangsung.

Tornado memiliki skala kekuatan angin yang lebih tinggi dan radius yang lebih luas daripada angin puting beliung. Hal ini diungkap salah satu peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Efek tornado: beda dg puting beliung, tornado punya skala kekuatan angin lebih tinggi dan radius lebih luas. Angin tornado minimal kecepatan angin mencapai 70 km/jam. Dalam kajian kami di BRIN, angin puting beliung terkuat: 56 km/jam. Sudah pernah lihat film Twister 1996?" Unggah Dr. Erma Yulihastin seorang Peneliti BRIN pada akun X miliknya Rabu (21/2/24).

Adapun, durasi angin puting beliung dan tornado yang terjadi juga berbeda.

"Selain itu juga durasi. Dalam kasus puting beliung yg biasa terjadi di Indonesia, hanya sekitar 5-10 menit itu pun sudah sangat lama. Hanya ada satu kasus yang tidak biasa ketika puting beliung terjadi dalam durasi 20 menit di Cimenyan pada 2021," Lanjutnya.

Erma menjelaskan tornado memiliki skala kekuatan angin yang lebih tinggi dan radius lebih luas. Angin tornado minimal kecepatan angin mencapai 70 kilometer per jam.

Angin puting beliung terkuat yang pernah tercatat memiliki kecepatan 56 kilometer per jam.

Menurut Erma, kasus puting beliung yang biasa terjadi di Indonesia hanya berlangsung sekitar 5 sampai 10 menit itu pun sudah sangat lama.

Tornado menerjang kawasan industri di berbagai wilayah di Jawa Barat.

Tornado ini terjadi saat hujan deras, dan banyak warga mengabadikan video yang memperlihatkan tornado kencang menyapu wilayah sekitar.

Salah satu rekaman video yang beredar menunjukkan atap bangunan pabrik Kahatex mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah karyawan pabrik terluka saat angin puting beliung kawasan Cintamulya. Genting rumah dan atap pabrik berterbangan tersedot pusaran angin.

Di beberapa titik, truk-truk dan sepeda motor terguling saking kencangnya angin. Di titik lainnya, kios-kios hancur dan baliho bertumbangan. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved