Berita Bontang Terkini
Harga Beras di Bontang Tembus Rp16.500 Per Kg, Zulhas: Pindah Konsumsi Beras Bulog
Menteri Perdagangan Zulkufli Hasan meminta masyarakat memilih beras Bulog, sebagai solusi meroketnya harga beras belakangan ini, termasuk di Bontang
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Menteri Perdagangan Zulkufli Hasan meminta masyarakat memilih beras Bulog, sebagai solusi meroketnya harga beras belakangan ini, termasuk di Kota Bontang.
Ia menjelaskan beras bulog memiliki kualitas tidak juah berbeda dengan beras yang beredar di pasaran, dan dari sisi harga juga lebih murah.
Menurut pria yang karib disapa Zulhas ini, harga beras berdasarkan monitoring yang dilakukan secara berkala di wilayah Indonesia sudah mengalami penurunan dari rata-rata Rp 17 ribu per kilogramnya, turun menjadi Rp 14 ribu per kg.
Sementara beras Bulog dijual dengan harga Rp 11 ribu per kilogramnya.
Baca juga: Stok Beras di PPU Dipastikan Aman Jelang Ramadhan
Baca juga: Tembus Rp 18 Ribu Per Kilogram, Bulog Paser Ungkap Penyebab Harga Beras Terus Melonjak
"Kalau yang dikejar beras lokal memang mahal. Sementara bisa pindah ke jenis beras yang lebih murah. Bulog menyediakan kebutuhan yang diharapkan masyarakat dengan harga terjangkau," kata Zulkufli saat ditemui Tribunkaltim.co, saat mendampingi Presiden Jokowi, meresmikan PT KAN, Kamis (29/2/2024).
Disisi lain, ia menjamin ketersediaan beras Bulog cukup jelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Maret mendatang.
"Aman, stoknya melimpah. Asal mau pindah (Bulog),” tuturnya.
Namun, Zulhas tidak menjelaskan secara rinci data beras yang diklaim aman tersebut.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co harga beras di Pasar Induk Taman Rawa Indah, Kota Bontang 1 pekan lalu tembus Rp 16.500 per kg atau Rp 400 per karungnya, untuk kualitas premium.
Baca juga: Bulog Samarinda Miliki 2.000 Ton Beras, Pastikan Stok Aman Selama Ramadhan
Sementara untuk beras jenis medium rerata di jual diharga Rp 15.500.
Kenaikan harga ini, ditengarai terjadi karena faktor gagal panen dan kemarau panjang yang terjadi pada tahun lalu, dan diprediksi akan terus naik menjelang Ramadan. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Walikota Bontang Neni Moerniaeni Siapkan Mutasi Jabatan Akhir April 2026 |
|
|---|
| Eks Walikota Bontang Basri Rase naik "Mercy", Bidik Lonjakan Kursi Untuk Demokrat |
|
|---|
| Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Bontang, Pelaku Sempat Lari dan Buang Barang Bukti |
|
|---|
| Walikota Neni Moerniaeni Akui JKN Bontang Masih Ditanggung Pemprov Kaltim, Dijamin Aman |
|
|---|
| Pemkot Bontang Batalkan Pembelian Mess Rp8 Miliar, Prioritaskan Anggaran Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240229-Menteri-Perdagangan-Zulkufli-Hasan.jpg)