Selasa, 14 April 2026

Ibu Kota Negara

IKN Nusantara Picu Ekonomi Kaltim Turut Alami Pertumbuhan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur klaim ekonomi provinsi ini tumbuh diatas rata-rata nasional sepanjang 2023 karena dampak positif.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
DAMPAK IKN NUSANTARA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim tak terlepas dari pembangunan IKN Nusantara, Jumat (1/3/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur klaim ekonomi provinsi ini tumbuh diatas rata-rata nasional sepanjang 2023 karena dampak positif pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara.

Dari data memang, ekonomi Kaltim tumbuh 6,22 persen tahun 2023, melebihi rata-rata nasional sebesar 5,05 persen.

"Ini mungkin sejarah bagi Provinsi Kaltim. Pertumbuhan ini tidak lepas hadirnya IKN," Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Jumat, 1 Maret 2024.

Ia menjelaskan, IKN tidak hanya memberikan manfaat bagi Kaltim, tetapi juga bagi provinsi-provinsi lain di Kalimantan serta wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Baca juga: Bankaltimtara Siap jadi Pemegang Rekening Kas Umum Otorita IKN Nusantara

Menurut Sekda, Kaltim memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh Kalimantan dan IKN Nusantara.

"Jika di Kalimantan pertumbuhan ekonominya mencapai 100 persen, maka 48 persennya itu berasal dari Provinsi Kaltim," katanya.

Pencapaian ini, diakui Sri Wahyuni tentu membuat optimistis Pemprov Kaltim dapat menyusun rencana pembangunan yang lebih baik dan berdaya saing.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim juga diikuti oleh penurunan angka pengangguran menjadi 5,31 persen.

"Capaian itu diikuti turunnya angka pengangguran yang tinggal 5,31 persen," imbuhnya.

Baca juga: Alasan Menteri Basuki Hadimuljono Minta Area SPAM Sepaku IKN Nusantara Ditanami Pohon Flamboyan

Selain itu, Sri Wahyuni juga menyebutkan bahwa Pemprov Kaltim berhasil menyerap anggaran sebesar 92 persen pada tahun 2023.

Penggunaan e-katalog oleh Pemprov Kaltim yang mencapai Rp4 triliun, tertinggi di Indonesia juga diapresiasinya.

"E-katalog menjadi upaya Pemprov Kaltim memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," tandasnya.

(*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved