Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Ramadhan 2024

26 Sampel Takjil di Pasar Ramadhan Balikpapan Bebas dari Formalin dan Boraks

Sebanyak 26 sampel dari takjil Pasar Ramadhan yang berlokasi di Ruko Bandar Klandasan dan Balikpapan Permai (BP) tercatat aman

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
RAMADHAN 2024 BALIKPAPAN - Sebanyak 26 sampel dari takjil Pasar Ramadhan yang berlokasi di Ruko Bandar Klandasan dan Balikpapan Permai tercatat aman dari formalin dan boraks, Selasa (19/3/2024). Sementara Wali Kota Rahmad Mas'ud berharap perihal takjil yang dijual di Pasar Ramadhan agar tidak mengandung bahan pengawet. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 26 sampel dari takjil Pasar Ramadhan yang berlokasi di Ruko Bandar Klandasan dan Balikpapan Permai (BP) tercatat aman dari formalin dan boraks.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Balikpapan, Gerson Pararak dalam pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (19/3/2024).

Ia mengatakan, sampel ini bertujuan mencegah dan mengawasi makanan dalam hal ini takjil yang mengandung bahan berbahaya.

"Pengujian yang kami lakukan melalui pengambilan sampel ini hasilnya semua negatif (tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya). Sehingga aman dikonsumsi masyarakat," kata Gerson.

Baca juga: Berbagi 100 Takjil Ramadhan di Samarinda Seberang, Diinisiasi Mahasiswa dari UINSI

Adapun 26 sampel tersebut diambil dari beberapa jenis takjil. Di antaranya berbagai jenis es, kerupuk, pentol atau bakso, risoles dan aneka kue.

Selain formalin dan boraks, sampel yang diuji parameter antara lain rhodamin dan mhetaniyello.

Dengan teknik pengujian menggunakan tes kit atau pengujian sederhana dengan unit cepat.

"Pengujian ini sebentar aja. Dari satu sampel mulai dari persiapan sampai hasilnya, hanya memakan waktu 5 menit itu sudah diketahui hasilnya," ulas Gerson.

Ia menerangkan, efektivitas dari proses sampel pengujian ini ketika ditemukan hasil positif maka dilakukan pengujian secara lengkap lewat laboratorium. Dengan menggunakan alat yang lebih modern dan kompleks.

Baca juga: Taman Bebaya Fair Samarinda Sepi Pengunjung

Misalnya saja makanan panas dalam plastik yang bisa menyebabkan kontaminasi, yang masuk dalam kategori pengujian migrasi lantaran hanya bisa dilakukanmenggunakan alat yang lebih kompleks.

"Jadi pada awal Ramadan itu kita sudah melakukan pengujian, akan kita lakukan rutin hingga menjelang Idul Fitri serta melakukan pengawasan di toko-toko," pungkasnya.

Sementara Wali Kota Rahmad Mas'ud berharap perihal takjil yang dijual di Pasar Ramadhan agar tidak mengandung bahan pengawet.

"Artinya aman, untuk dikonsumsi untuk warga kota Balikpapan," tandasnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved