Rabu, 29 April 2026

Sejarah

Sejarah 24 Maret: Memperingati Bandung Lautan Api, Kronologi dan Peristiwanya

Inilah Informasi dan sejarah 24 Maret memperingati Bandung lautan api, simak kronologi dan peristiwanya.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Canva.com
BANDUNG LAUTAN API - Inilah Informasi dan sejarah 24 Maret memperingati Bandung lautan api, simak kronologi dan peristiwanya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah informasi dan sejarat terkait Bandung lautan api, kronologi dan peritiwanya.

Sejarah pada 24 Maret diantara lain ialah peristiwa Bandung lautan api yang terjadi di Indonesia.

Memperingati Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret, sebuah bab kelam dalam sejarah kota yang terkenal dengan julukan Paris Van Java.

Pasca deklarasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam masa-masa yang penuh dengan gejolak akibat penjajahan.

20240323_BANDUNGG
BANDUNG - Inilah Informasi dan sejarah 24 Maret memperingati Bandung lautan api, simak kronologi dan peristiwanya.

Konflik dan perseteruan kekuasaan menjadi hal lazim, terutama di daerah-daerah yang masih dikuasai asing.

Kedatangan pasukan Sekutu di bawah komando Brigade MacDonald pada 12 Oktober 1945, semakin memperburuk situasi, khususnya di Bandung.

Tuntutan untuk menyerahkan senjata api milik warga sipil oleh Sekutu, kecuali yang dipegang oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan polisi, semakin memperkeruh suasana.

Para tawanan Belanda yang baru saja dibebaskan turut memperkeruh keadaan, meningkatkan ketegangan di kota tersebut.

Pada 24 November 1945, TKR dan kelompok perlawanan lainnya melancarkan serangan terhadap benteng-benteng Sekutu di utara Bandung, termasuk Hotel Homan dan markas Sekutu, Hotel Preanger.

Setelah pengepungan selama tiga hari terhadap basis Sekutu, Brigade MacDonald mengeluarkan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, menuntut evakuasi seluruh warga sipil dan pasukan bersenjata dari Bandung Utara.

Dengan menolak ultimatum tersebut, pasukan Indonesia mendirikan pos-pos gerilya di berbagai lokasi.

Desember menjadi saksi terjadinya pertempuran sengit di Cihaurgeulis, Sukajadi, Pasir Kaliki, dan Viaduct, dengan ketegangan yang semakin memuncak hingga awal tahun 1946.

Baca juga: Sejarah 20 Maret: Berdirinya VOC Pada Masa Penjajahan Belanda

Baca juga: Sejarah 21 Maret: Hari Down Syndrome Sedunia, Pentingnya Memahami dan Mengetahui Penyakit Genetik

Baca juga: Sejarah 19 Maret: Pertama Kali Pluto Diidentifikasi dan Terlihat di Tata Surya

Di tengah gejolak tersebut, sebagian pasukan Sekutu, terutama tentara India, berupaya untuk membelot dan bergabung dengan perjuangan Indonesia.

Bandung Lautan Api menjadi bukti nyata akan semangat tak terkalahkan rakyat Indonesia dalam perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan.

Saat kota ini mengenang pengorbanan dan perjuangan yang telah dilalui, ini menjadi pengingat yang mengharukan akan harga yang harus dibayar untuk meraih kebebasan.

Peringatan tahunan pada tanggal 24 Maret bukan hanya sebagai refleksi atas masa lalu, namun juga sebagai panggilan untuk menghormati keberanian dan ketangguhan mereka yang berjuang untuk kedaulatan.

Bandung Lautan Api memiliki makna yang lebih dari konteks historisnya; itu mencerminkan persatuan dan solidaritas yang terbentuk di tengah-tengah cobaan.

Warga Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul setiap tahun untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan masa lalu dan menguatkan komitmen mereka terhadap masa depan yang bersatu.

Upaya untuk mempertahankan kenangan Bandung Lautan Api terus dilakukan, dengan inisiatif yang ditujukan untuk mendokumentasikan sejarah secara lisan, mendirikan monumen, dan mengadakan program pendidikan.

Melalui upaya ini, generasi mendatang akan mewarisi tidak hanya sejarah, tetapi juga semangat ketahanan dan keteguhan yang menjadi ciri khas momen penting dalam perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Mengintegrasikan pelajaran dari Bandung Lautan Api ke dalam kurikulum pendidikan adalah penting untuk membentuk pemahaman yang mendalam tentang sejarah Indonesia dan memupuk rasa bangga dan identitas nasional di kalangan pemuda.

Dengan mempelajari tentang pengorbanan dan perjuangan para pendahulu mereka, generasi muda Indonesia akan terinspirasi untuk mempertahankan nilai-nilai kebebasan, keadilan, dan persatuan.

Bandung Lautan Api bergema melampaui batas-batas nasional, menjadi pengingat yang mengharukan akan biaya kemanusiaan dari kolonialisme dan aspirasi universal akan kebebasan dan penentuan nasib sendiri.

Peringatannya mengundang komunitas internasional untuk merenungkan sejarah bersama tentang penindasan dan perlawanan, memupuk solidaritas dan pengertian saling menghargai.

Saat Bandung memperingati Lautan Api, kota ini juga melihat ke masa depan dengan optimisme dan tekad.

Warisan keberanian dan pengorbanan yang diwujudkan oleh peristiwa bersejarah ini menjadi cahaya harapan untuk dunia yang bebas dari penindasan dan ketidakadilan. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved