Sejarah
Sejarah 20 Maret: Berdirinya VOC Pada Masa Penjajahan Belanda
Inilah penjelasan terkait sejarah 20 Maret yaitu berdirinya VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Penulis: Dzakkyah Putri | Editor: Briandena Silvania Sestiani
TRIBUNKALTIM.CO - Inilah penjelasan terkait sejarah 20 Maret yaitu berdirinya VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Pada 20 Maret 1602, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan oleh para pedagang Belanda.
VOC, atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, merupakan sebuah perusahaan dagang yang didirikan dengan tujuan mengendalikan perdagangan rempah-rempah di wilayah Asia Timur.
Keberadaan VOC menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme dan perdagangan global pada masa itu.
Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) adalah sebuah perusahaan dagang Belanda yang berdiri pada abad ke-17.
Saat masa penjajahan Belanda di Indonesia, VOC memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengendalikan dan memperluas kekuasaan kolonial Belanda di wilayah Hindia Timur (sekarang Indonesia).
Sejarah Berdirinya VOC di Indonesia
VOC adalah alat utama Belanda dalam mengeksploitasi sumber daya alam, perdagangan, dan ekonomi di Hindia Timur.
Mereka memonopoli perdagangan rempah-rempah, seperti cengkih, pala, lada, dan kayu manis, yang merupakan komoditas berharga pada masa itu.
VOC juga menguasai perdagangan hasil-hasil lainnya seperti kopi, teh, gula, dan tekstil.
Selain perdagangan, VOC juga terlibat dalam kegiatan politik dan militer di wilayah Hindia Timur.
Mereka mendirikan dan menguasai koloni-koloni di berbagai pulau di Indonesia, memperluas pengaruh mereka melalui kekuatan militer, pembentukan aliansi dengan penguasa lokal, serta pembentukan perjanjian perdagangan yang menguntungkan bagi mereka sendiri.
Baca juga: Sejarah 14 Maret: Lahirnya Albert Einstein Ilmuan Terkenal Dunia, Biografi dan Prestasinya
Baca juga: Sejarah 12 Maret: WHO Keluarkan Peringatan Terjadinya Pandemi SARS
Selama masa penjajahan Belanda, VOC menjadi simbol penindasan dan eksploitasi.
Mereka menerapkan sistem monopoli yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan bagi penduduk pribumi.
Selain itu, VOC juga terlibat dalam praktik-praktik kekerasan dan penindasan terhadap orang-orang pribumi yang memberontak atau menolak tunduk kepada kebijakan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240319_VOC-PENJAJAHAN.jpg)