Tribun Kaltim Hari Ini
Tabrakan Maut di Balikpapan, Kontainer Truk Tronton Terlepas, Sepeda Motor Terbelah
Tabrakan maut di Balikpapan, kontainer truk tronton terlepas, sepeda motor terbelah, korban meninggal dunia.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO - Tabrakan maut di Balikpapan, kontainer truk tronton terlepas, sepeda motor terbelah, korban meninggal dunia.
Kecelakaan maut kembali terjadi di Kota Balikpapan pada Rabu (27/3/2024) pukul 06.55 WITA.
Truk tronton bernomor polisi KT 8991 AU menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas dan menghantam ruko di Jalan MT Haryono Batu Ampar, Balikpapan Utara.
Menurut keterangan saksi mata, truk tronton dengan muatan pakan hewan melaju dari arah Jl Soekarno-Hatta menuju RS Kanujoso Djatiwibowo. Saat di jalanan turunan, truk tersebut oleng dan berpindah jalur.
Menurut salinan video CCTV yang diterima TribunKaltim, setelah truk itu berpindah jalur, muatan kontainernya terlepas. Sementara badan truk menghantam pemotor dan seketika menyemburkan api akibat gesekan.
Baca juga: Tabrakan Maut di Tanjakan Jalan MT Haryono Balikpapan, Sopir Truk Mengaku Tak Lihat Motor
Baca juga: Tabrakan Maut di Balikpapan, Truk Kontainer Tabrak Motor Hingga Tewas
Baca juga: Mencekam! Ini Kronologi Tabrakan dan Dugaan Penyebab Kecelakaan di Gerbang Tol Halim Utama Hari Ini
"Sopirnya bilang ngantuk dan menghindari mobil di depannya. Terus banting setir dan menabrak pembatas jalan sampai ke lawan arah," ujar Dimas, salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Naas, seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalur berlawanan tidak dapat menghindari tabrakan dengan truk.
Pengendara motor tersebut meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi terluka parah.
Truk yang tidak terkendali kemudian menabrak ruko di pinggir jalan. Sopir truk mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Pengendara motor langsung dievakuasi ke mortuary RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sekitar pukul 08.14 WITA dengan kondisi tak bernyawa.
"Jenazah almarhum sudah di mortuary RSKD," ungkap salah seorang relawan Info Bencana Balikpapan, Ruslan.
Truk kontainer mengalami kerusakan parah. Bagian depan truk ringsek dan tersangkut di pagar ruko.
Muatannya terlepas dari truk dan tergeletak di bahu jalan. Motor yang ditabrak truk hangus terbakar dan kondisinya terbelah. Api yang membakar motor sempat menyala di halaman ruko, namun berhasil dipadamkan.
Truk Hindari Mobil
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani, menjelaskan kronologi kejadian.
"Sekitar pukul 06.30 WITA terjadi kecelakaan di tanjakan Jl MT Haryono Balikpapan antara tronton dan roda dua," terangnya, Rabu (27/3/2024).
Truk tronton Nissan bernopol DN 8991 AU dikemudikan oleh Andi Suryanto (39), warga Surakarta. Ia mengaku tidak mengalami rem blong.
“Sopir truk menginjak gas untuk melintasi tanjakan berikutnya. Tiba-tiba ada kendaraan roda 4 di depan yang berjalan pelan, sopir truk banting setir ke kanan dan
melintas ke jalur sebelahnya," kata Ropiyani.
Naas, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda bernopol H 5257 AHG yang dikendarai oleh Nasrudin (29), seorang karyawan swasta di Balikpapan. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Nasrudin yang diketahui dalam perjalanan pulang kerja ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka di kepala dan helm pecah.
"Posisi korban tertinggal di bawah truk bersama tiang listrik," imbuh Ropiyani.
Sopir truk, Andi Suryanto, mengalami luka di tangan dan lengan. Ia telah menjalani tes urine dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Kita sudah mengamankan TKP, mengamankan barang bukti, dan sopir truk sudah kami cek urine," ujar Ropiyani.
Muatan kontainer terlepas dari truk dan tergeletak di bahu jalan. Motor yang ditabrak hangus terbakar dan terbelah dua. Api sempat menyala di halaman ruko,
namun berhasil dipadamkan.
Plat Nopol Kendaraan Palsu
Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalan MT Haryono, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Balikpapan, Rabu (27/3/2024) diduga menggunakan plat nomor polisi (nopol) palsu.
Ini diketahui setelah dikroscek melalui platform pengecekan identitas kendaraan secara daring.
Dihimpun TribunKaltim, truk tronton roda 10 tersebut memiliki nomor polisi KT 8991 AU.
Ditelusuri melalui situs http://simpator.kaltimprov.go.id, sebagian besar informasi tidak muncul.
Mulai dari nama pemilik, merek kendaraan, tipe kendaraan, tahun rakitan, hingga nominal pajak kendaraan.
Informasi yang tersedia hanya masa pajak dan masa berlaku STNK yang memunculkan tanggal 1 Januari 1970.
Sementara untuk sepeda motor milik korban yang diketahui bermerk Honda menggunakan plat dengan nomor polisi H 5257 HG yang berlaku hingga tahun 2028.
Pengecekan melalui situs https://cekpajak.id/jawa-tengah, dituliskan bahwa nomor polisi itu tidak terdaftar.
"Mohon maaf, data yang Anda cari tidak ditemukan," demikian tertulis pada laman tersebut.
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani, mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki dokumen fisik identitas sopir truk.
"Data-data sopir truk ini masih belum kami temukan. Pengakuannya, dia memiliki SIM A dan B2 yang dikeluarkan dari Pulau Jawa. Dia baru tiga bulan bekerja sebagai sopir truk tronton di Balikpapan," ungkap Ropiyani, Rabu (27/3/2024) siang.
Sopir truk mengalami luka di tangan dan lecet. Ia dirawat di RSKD Balikpapan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Surat-surat kendaraan truk juga belum ditemukan. Pengakuan sopir, suratnya ada di dasbor atas dekat (tempat duduk) sopir, namun belum ditemukan," tambah Ropiyani.
Sopir: Kaget Ada Mobil Melaju Pelan
Suasana di Jalan MT Haryono, Balikpapan, pada Rabu pagi kemarin mendadak ramai.
Terganggu olehsuara benturan keras yang merenggut nyawa seorang pengendara motor. Sopir truk tronton DN 8991 AU, Andi Suryanto (39), terlibat dalam kecelakaan yang berujung pada kerusakan sebuah ruko dan kehilangan nyawa.
Ditemui di Mapolresta Balikpapan, lengan dan tangannya sudah dibalut perban.
Dia duduk menghadap petugas. Suryanto mengisahkan detik-detik kejadian.
"Habis kencang mau nanjak, kaget lihat mobil jalan pelan di tengah. Saya banting setir ke kanan," ungkapnya.
Setelah membanting setir dan truknya melompati jalur, lanjut Suryanto, dia mengaku tidak melihat motor dari arah berlawanan.
Seingatnya, sambung pria asal Surakarta tersebut, hanya mendengar suara benturan yang cukup keras.
"Saya cuma dengar ada suara 'duar', tiba-tiba sudah menabrak pagar (ruko)," ucap Suryanto.
Seusai kejadian, ia terbentur setir dan persneling. Tangan kirinya terluka dan terkilir.
Setelah berhasil keluar dari ruang kemudi, dia meminta tolong salah seorang pekerja yang melintas untuk menghubungi kepolisian.
"Saya mau cari kantor polisi sendiri, tapi nanti takut dikira kabur," imbuh Suryanto.
Suryanto, yang telah mengemudi sejak 1998, kembali ke Balikpapan tiga bulan lalu setelah lima tahun di Solo, Jawa Tengah.
Selama di Balikpapan, dia tinggal seorang diri di workshop, sementara anak laki-lakinya bersama orangtua di Jawa.
"Saya bekerja untuk pemilik truk yang memiliki usaha ekspedisi, pagi tadi bawa keramik," ucapnya.
Dia menambahkan, telah mengemudikan trailer ini selama tiga bulan dengan rata-rata 25 tarikan per bulan.
Menyangkal adanya masalah teknis, Suryanto menegaskan, rem truk tidak blong. Termasuk masalah surat-surat, yang diyakininya lengkap.
"Surat-surat kendaraan ada di dashboard, ada di tas biru. Nggak tahu kenapa belum ketemu," imbuhnya. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan
kronologi lengkap kecelakaan yang juga merenggut nyawa Nasrudin (29), pengendara motor yang terlibat. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240328_Tribun-Kaltim-hari-ini-Kamis-2832024.jpg)