Senin, 13 April 2026

Amalan dan Doa

Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Mengganti Puasa Ramadhan

Jadwal terkait puasa Syawal dan penjelasan terkait puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan?

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Canva.com
PUASA SYAWAL - Jadwal terkait puasa Syawal dan penjelasan terkait puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan? 

TRIBUNKALTIM.CO - Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawal setelah selesai bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Puasa ini disebut juga dengan puasa enam hari setelah Idul Fitri. Berpuasa pada enam hari pertama bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam.

Puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berturut-turut, tetapi bisa dilakukan secara bertahap sepanjang bulan Syawal.

Namun, dianjurkan untuk segera melaksanakan puasa Syawal setelah selesai Idul Fitri.

Baca juga: Bolehkah Potong Rambut Saat Puasa? Inilah Penjelasan dan Informasi Terkait

Puasa Syawal adalah salah satu cara untuk menambah pahala setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Selain itu, puasa ini juga menjadi bentuk syukur atas kesempatan dapat menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan dan sebagai bentuk pengamalan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Selain mendapatkan pahala yang besar, puasa Syawal juga memiliki manfaat kesehatan seperti membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh setelah menjalani puasa selama sebulan penuh.

2024110_diet
PUASA SYAWAL - Jadwal terkait puasa Syawal dan penjelasan terkait puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan? (Canva.com)

Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Mengganti Puasa Ramadhan

Merujuk pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (wafat 974 H), yang harus lebih didahulukan dalam hal ini adalah qadha puasa Ramadhan, bukan puasa Syawal.

Bahkan makruh hukumnya jika orang melakukan puasa Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan.

Ia menyebutkan:


مَنْ كَانَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلْيَبْدَأْ بِقَضَائِهِ فِي شَوَّالٍ فَإِنَّهُ أَسْرَعُ لِبَرَاءَةِ ذِمَّتِهِ، وَهُوَ أَوْلَى مِنَ التَّطَوُّعِ بِصِيَامِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ


Artinya: Barangsiapa memiliki utang puasa dari bulan Ramadhan, maka segeralah untuk menggantinya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat bebas dari tanggungannya.

Ini lebih utama dari puasa sunnah enam hari di bulan Syawal (Ibnu Rajab, Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, [Daru Ibn Hazm: 2004], halaman 244).

Sehingga dapat disimpulkan lebih baik mendahulukan dengan cara membayar hutang puasa Ramadhan terlebih dahulu.

Baca juga: Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat Lebaran Idul Fitri, Lengkap Dengan Adab Ziarah dan Hukumnya

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved