Selasa, 5 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Tahun Ini 130 Guru PNS di Paser Purna Tugas, Disdikbud Diminta Maksimalkan Peran Honorer dan PTT

Tahun ini 130 guru PNS di Paser purna tugas, Disdikbud diminta maksimalkan peran honorer dan pegawai tidak tetap.

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Syaifullah Ibrahim
Proses belajar mengajar di SD Negeri 04 Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Tahun ini 130 guru PNS di Paser purna tugas, Disdikbud diminta maksimalkan peran honorer dan pegawai tidak tetap. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser diminta untuk memaksimalkan peran guru berstatus tenaga honorer atau pegawai tidak tetap (PTT). 

Hal itu lantaran ratusan guru pegawai negeri sipil (PNS) di Paser akan memasuki masa pensiun pada tahun 2024 ini. 

Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam mengatakan, tercatat ada 130 guru PNS bakal purna tugas

"Dari awal tahun sampai sekarang, sudah ada tujuh guru PNS yang meninggal dunia," terang Yunus, Kamis (18/4/2024). 

Baca juga: Bupati Paser Fahmi Fadli Ajak DPP LAP Terus Jaga Kelestarian Budaya Daerah

Guna mengatasi kekurangan guru, Disdikbud Kabupaten Paser selama ini merekrut pengajar pengganti (Jarti). 

Hal itu terjadi sejak tahun 2019, didasari kurangnya tenaga pendidik dan tidak diperkenankannya pemerintah pusat untuk mengangkat guru kontrak. 

"Sehingga dikeluarkan kebijakan tentang pengangkatan guru pengganti atau Jarti di daerah tertentu, salah satunya di Kabupaten Paser. Jadi, kami harus mencari pengganti menggunakan sistem Jarti itu," tambahnya. 

Baca juga: Mudyat Noor dan Denni Mappa akan Bertarung di Pilkada, Bersaing 2 Mantan Bupati Penajam Paser Utara

Yunus berharap, PTT yang direkrut pada tahun 2023 dapat mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun ini. 

"Kuota PPPK tenaga pendidik tahun ini disesuaikan dengan jumlah PTT tenaga pendidik di Paser, baik itu pengajar di PAUD, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama," ulasnya. 

Data pokok pendidikan (dapodik), kata Yunus, tercatat PTT tenaga pendidik di Kabupaten Paser ada sebanyak 900 orang.

Sementara untuk kuota PPPK jumlahnya juga sama. 

"Itu artinya kita membuka peluang untuk semua. Kalau yang perlu dijaga saat ini yaitu kesehatan mereka dan konsentrasi, jangan sampai saat seleksi tidak hadir karena kesempatan ini tidak datang dua kali," tutup Yunus. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved