Berita Samarinda Terkini
214 Bangunan di Bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda Kaltim akan Dibebaskan
Sungai Karang Mumus tidak hanya menjadi urat nadi pengendalian banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi ikon penting.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sungai Karang Mumus tidak hanya menjadi urat nadi pengendalian banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi ikon penting bagi Kota Samarinda.
Tak heran jika upaya penataan dan pembenahan Sungai Karang Mumus menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Hal ini terlihat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Samarinda yang bahu membahu dalam melakukan pembebasan lahan dan sterilisasi bangunan di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus.
Lantaran selama ini, bangunan-bangunan yang memenuhi bantaran membuat sungai menjadi menyempit dan menjadi salah satu faktor terjadinya banjir.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Ibu Melompat ke Sungai Karang Mumus Samarinda, Basarnas Lakukan Pencarian
Sehingga diperlukan upaya untuk membebaskan lahan di pinggirian Sungai Karang Mumus, untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai.
Sebelumnya, dijelaskan oleh Kepala Dinas Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda, Herwan Rifai bahwa kegiatan pihaknya mendapat tugas untuk membebaskan Sungai Karang Mumus yang berada di segmen Jembatan Ruhui Rahayu-Jembatan Gelatik.
“Kegiatan ini sebenarnya menjadi limpahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak akhir tahun lalu,” ungkap Herwan.
Anggaran yang disediakan mencapai Rp 10 miliar. Awalnya kegiatan tersebut disisihkan melalui APBD Perubahan Kota Samarinda tahun lalu. Namun kegiatan ini sempat tertunda karena keterbatasan waktu.
Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Pastikan Sungai Karang Mumus Harus Bersih
"Apalagi ini masalah ganti rugi pembongkaran Karang Mumus, karena kita pasti harus melibatkan pihak ketiga appraisal. Appraisal ini tidak bisa dikte sekian hari sekian minggu jadi terserah mereka kapan selesai,” paparnya.
Meskipun sempat tertunda, kegiatan pembebasan lahan dan sterilisasi bantaran Sungai Karang Mumus kembali dilanjutkan.
Herwan memastikan bahwa pada 1 Mei hingga 7 Mei 2024 mendatang, semua bangunan di segmen Jembatan Ruhui Rahayu-Jembatan Gelatik, dari Jalan S Parman hingga Jalan Belatuk, akan dibongkar.
"Ganti untung lahan sudah dibayar dan masyarakat menerima," kata Herwan.
Berdasarkan informasi, 150 dari 214 bangunan rumah warga di bantaran Sungai Karang Mumus Samarinda segmen ini akan dibebaskan terlebih dahulu di tahap awal. Sisanya, akan dilanjutkan pada anggaran selanjutnya.
Herwan menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada masyarakat yang terdampak agar membongkar bangunan mereka paling lambat tanggal 7 Mei.
Baca juga: Mahasiswa Susur Sungai Karang Mumus, Apresiasi Program Andi Harun Terkait Kebersihan di Samarinda
“Sebelumnya kami beri waktu dari sebelum lebaran, tapi karena kemarin masih suasana lebaran kami persilahkan dulu untuk mereka rayakan lebaran dengan tenang," ungkapnya.
"Tapi paling lambat tanggal 7 mei sudah dibongkar semua,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240427_Pembebasan-Lahan-di-Sungai-Karang-Mumus-Samarinda.jpg)