Tribun Kaltim Hari Ini
Beasiswa Kaltim Anjlok Rp 175 Miliar Sebut Sesuai Pendapatan Daerah
Jumlah tersebut terbilang menurun bahkan anjlok Rp175 miliar dibandingkan 2023 lalu anggaran BKT yang digelontorkan sebesar Rp375 miliar
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penyaluran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) terus menjadi topik hangat di berbagai kalangan.
Untuk 2024 ini, Pemerintah Provinsi melalui Badan Pengelola Beasiswa Kaltim (BP-BKT) telah menyampaikan bahwa alokasi dana BKT tahun ini sebesar Rp 200 miliar dari APBD murni 2024 dengan 31 ribu orang target penerima.
Jumlah tersebut terbilang menurun bahkan anjlok Rp175 miliar dibandingkan 2023 lalu anggaran BKT yang digelontorkan sebesar Rp375 miliar.
Baca juga: DPRD Kaltim akan Permudah Persyaratan untuk Menambah Jumlah Penerima Beasiswa
Sebelumnya Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan telah menjelaskan bahwa penetapan anggaran BKT tersebut sebelum Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik menjabat.
"Jadi memang Pj Gubernur Kaltim hanya menjalankan mandat saja dari apa yang sudah disetujui Pemprov Kaltim sebelumnya," kata M. Kurniawan. Kendati demikian, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik tidak menampik terjadi penurunan anggaran beasiswa di 2024 ini.
Namun ia juga menegaskan penetapan kuota beasiswa ditentukan dari pendapatan Kaltim. "Kalau pendapatan kita naik, tentu kita akan prioritaskan beasiswa. Minimal kan sama dengan tahun sebelumnya," ucapnya.
"Jadi kita punya tanggung jawab bersama untuk menaikan kembali," imbuhnya. Akmal Malik mengatakan program beasiswa sangatlah baik untuk dilanjutkan. Namun ia juga menegaskan perlu ketepatan kebijakan pendidikan yang pasti.
"Itulah mengapa kita (DPRD dan Pemprov Kaltim) telah membentuk tim evaluasi pembangunan bidang pendidikan supaya ada penajaman dan eksekusinya tepat," tegasnya. (ave)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240505_DPRD-Kaltim-Akmal-Malik.jpg)