Sabtu, 9 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Beasiswa Kaltim Anjlok Rp 175 Miliar Sebut Sesuai Pendapatan Daerah

Jumlah tersebut terbilang menurun bahkan anjlok Rp175 miliar dibandingkan 2023 lalu anggaran BKT yang digelontorkan sebesar Rp375 miliar

Tayang:
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik didampingi Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud dan Wakil Ketua Sigit Wibowo saat rapat evaluasi beasiswa dan pendidikan, Sabtu (4/5/2024). Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menegaskan bahwa program beasiswa yang ada harus dipastikan tepat sasaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penyaluran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) terus menjadi topik hangat di berbagai kalangan.

Untuk 2024 ini, Pemerintah Provinsi melalui Badan Pengelola Beasiswa Kaltim (BP-BKT) telah menyampaikan bahwa alokasi dana BKT tahun ini sebesar Rp 200 miliar dari APBD murni 2024 dengan 31 ribu orang target penerima.

Jumlah tersebut terbilang menurun bahkan anjlok Rp175 miliar dibandingkan 2023 lalu anggaran BKT yang digelontorkan sebesar Rp375 miliar.

Baca juga: DPRD Kaltim akan Permudah Persyaratan untuk Menambah Jumlah Penerima Beasiswa

Sebelumnya Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan telah menjelaskan bahwa penetapan anggaran BKT tersebut sebelum Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik menjabat.

"Jadi memang Pj Gubernur Kaltim hanya menjalankan mandat saja dari apa yang sudah disetujui Pemprov Kaltim sebelumnya," kata M. Kurniawan. Kendati demikian, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik tidak menampik terjadi penurunan anggaran beasiswa di 2024 ini.

Namun ia juga menegaskan penetapan kuota beasiswa ditentukan dari pendapatan Kaltim. "Kalau pendapatan kita naik, tentu kita akan prioritaskan beasiswa. Minimal kan sama dengan tahun sebelumnya," ucapnya.

"Jadi kita punya tanggung jawab bersama untuk menaikan kembali," imbuhnya. Akmal Malik mengatakan program beasiswa sangatlah baik untuk dilanjutkan. Namun ia juga menegaskan perlu ketepatan kebijakan pendidikan yang pasti.

"Itulah mengapa kita (DPRD dan Pemprov Kaltim) telah membentuk tim evaluasi pembangunan bidang pendidikan supaya ada penajaman dan eksekusinya tepat," tegasnya. (ave)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved