Berita Balikpapan Terkini
Alasan DPRD Balikpapan Usulkan Tambahan Maskapai Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan
Tiket penerbangan pesawat dari dan ke Kota Balikpapan selalu kehabisan. Kondisi ini membuat banyak pihak harus menunda keberangkatan menuju Balikpapan
Penulis: Zainul | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tiket penerbangan pesawat dari dan ke Kota Balikpapan selalu kehabisan. Kondisi ini membuat banyak pihak harus menunda keberangkatan menuju Balikpapan.
Bahkan untuk mendapatkan tiket pesawat menuju Balikpapan, setiap penumpang harus memesan tiket dari jauh-jauh hari meski dengan harga yang relatif tinggi.
"Mau ke Balikpapan beli tiketnya sekarang sudah pasti gak kebagian, jangankan beli sekarang, tiga hari sebelum keberangkatan tiketnya sudah habis," keluh Arman salah satu penumpang pesawat dari Surabaya menuju Balikpapan.
Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Capai 283.054 Penumpang
Kondisi ini pun sudah sering kali dikeluhkan banyak masyarakat khususnya warga kota Balikpapan yang melakukan perjalanan ke luar daerah.
Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Balikpapan, Nurhadi Saputra angkat bicara dan menyarankan pihak berwenang agar segera melakukan penambahan frekuensi penerbangan pesawat atau extra flight yang dipermanenkan.
"Melihat kondisi seperti ini seharusnya dilakukan penambahan extra flight," tegasnya, Senin (20/5/2024).
Penambahan ini kata dia dianggap sangat penting mengingat pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, memicu peningkatan kebutuhan penerbangan menuju Kaltim khusus di kota Balikpapan.
Selain itu kata dia, penutupan beberapa bandara internasional di daerah lain, seperti di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang dulu melayani penerbangan langsung ke Kuala Lumpur dan Singapura, kini mengharuskan transit di Balikpapan.
Baca juga: Kapolres Kombes Pol Anton Firmanto Pantau Arus Balik Mudik di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan
"Ini menjadi masalah tersendiri. Saya berharap maskapai yang tidak beroperasi seperti Sriwijaya, Lion Grup, dan Garuda bisa kembali beroperasi karena kehadiran IKN menjadi magnet tersendiri," ungkapnya.
Nurhadi juga sepakat dengan pernyataan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) berangkat keluar Balikpapan tanpa membeli tiket pulang-pergi (PP).
"Namun, saya juga bertanya-tanya mengenai perbedaan harga tiket masuk ke Balikpapan yang terasa lebih mahal. Ini yang menjadi pertanyaan, apa yang membedakan," tambahnya.
Sebelumnya, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud belum lama ini juga turut mengeluhkan masalah yang sama.
Sehingga dia meminta ASN Pemerintah Kota Balikpapan yang hendak keluar daerah untuk memesan tiket pesawat pulang-pergi (PP) guna memastikan ketersediaan tiket dan menekan biaya.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Capai 23 Ribu Penumpang
"Jika ada harganya juga tinggi dan tidak kebagian tiket pesawat, saya yakin yang pergi ke Balikpapan semua pasti mengalami," ujar Rahmad Mas’ud.
Masalah ini diharapkan dapat segera menemukan solusi agar mobilitas ke Balikpapan dapat berjalan lancar dan tidak memberatkan masyarakat.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
Spektakuler! Tari Laksanya Jadi Sajian Perdana Festival Borneo Culture Week 2025 di Balikpapan |
![]() |
---|
Jadwal Borneo Culture Week 2025 di Balikpapan: Tarian, Musik Tradisional, hingga Kompetisi Budaya |
![]() |
---|
Coach Roman Hidayat Beberkan Kunci Dasar Bagi Pemula yang Ingin Belajar Tenis |
![]() |
---|
Iseng Temani Anak, Wanita Asal Balikpapan Fora Woe Kini Jatuh Cinta pada Tenis |
![]() |
---|
Pemkot Balikpapan Optimalkan Aset Daerah, Sisa 70 Persil Tanah Menunggu Legalitas dari BPN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.