Selasa, 21 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Kaltim Dilanda Perubahan Iklim, Basarnas Imbau Warga Sekitar Perairan Waspada Luapan Air Dadakan

Hal itu menyebabkan curah hujan ektrem yang berpotensi menyebabkan banjir di seluruh wilayah Kalimantan Timur

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan (Kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media.TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur telah mengemukakan bahwa saat ini sama dengan daerah lain Benua Etam tengah dilanda perubahan iklim.

Hal itu menyebabkan curah hujan ektrem yang berpotensi menyebabkan banjir di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan.

Berfokus ke wilayah Kalimantan, Dody mengatakan Kaltim memiliki banyak wilayah perairan.

Perubahan iklim sendiri, lanjutnya, akan berpengaruh pada luapan air yang sifatnya mendadak.

Baca juga: Intensitas Hujan di Mahulu Cukup Tinggi, BPBD Kaltim: Kami Belum Bisa Memperkirakan sampai Kapan

Baca juga: Banjir di Mahulu Diklaim Terparah Sepanjang Sejarah, BPBD Kaltim Fokus Salurkan Bantuan Makanan

"Jadi kami imbau warga di wilayah pesisir perairan Kaltim waspada dan perhatikan faktor keamanan keluarga dan keselamatan diri masing-masing," tegas Dody Setiawan.

Dody mengingatkan bahwa sungai hingga banjir di Kaltim memiliki arus yang deras.

Adapun kawasan yang memiliki arus deras adalah Sungai Mahakam Samarinda dan Mahakam Ulu (Mahulu).

"Samarinda dan Mahulu banjirnya memiliki arus deras. Tapi di antara dua wilayah itu yang perlu diwaspadai adalah Mahulu," ungkapnya.

Meski begitu, dari pendataan Basarnas, wilayah Kaltim dengan potensi kondisi membahayakn manusia (KMM) terbanyak masih dipegang oleh Samarinda.

Dengan penyebab terpeleset ke sungai, terjatuh dari kapal hingga terseret arus karena bermandian di Sungai Mahakam maupun banjir.

Baca juga: Prediksi BPBD Kaltim soal Menurunnya Titik Panas di Kalimantan Timur, 2 Wilayah Belum Turun Hujan

"Sejak Januari sampai Mei 2024 telah terjadi 50 sampai 70 KMM. Meski jumlahnya terbilang menurun dari tahun sebelumnya, namun warga Kaltim khususnya di wilayah perairan harus waspada. Karena perubahan iklim bisa menyebabkan luapan air secara tiba-tiba," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved