Senin, 1 Juni 2026

Musik

Kilas Balik Perjalanan Karier Sheila On 7 di Indonesia dari Band Indie hingga Mainstream

Sheila On 7 adalah grup musik rock alternatif Indonesia asal Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
YouTube/@Sony Music Entertainment Indonesia
SHEILA ON 7 - Berikut ini kilas balik perjalanan karier grup Sheila On 7 di Indonesia. 

Kelelahan yang dialami Anton terjadi karena tur panjang yang dilakukannya bersama Sheila On 7.

Dengan absennya Anton, membuat Sheila On 7 yang kala itu tampil berempat, memutuskan untuk memakai bantuan additional drummer.

Yaitu Kiki Mirano (drummer Es Nanas & Cannonball) dan Harry Goro (eks drummer KLa Project) yang bergabung sementara untuk menggantikan Anton yang absen.

Hal ini pada akhirnya terulang terus menerus hingga Sheila On 7 tampil dalam "A Mild Soundrenaline 2002" dan posisi Anton kala itu diisi oleh Kiki Mirano.

Pada bulan November 2002, Sheila On 7 bersama grup musik papan atas Indonesia, seperti Dewa19, GIGI, Slank dan Boomerang, tampil dalam festival musik berskala besar yaitu "A Mild Soundrenaline 2002".

Festival Musik yang merupakan hasil kerjasama Sampoerna A Mild dengan Deteksi Production ini merupakan festival musik yang menampilkan beraneka macam pengisi acara dari artis-artis dari genre musik pop hingga rok.

Pada saat itu, Soundrenaline 2002 diadakan di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta. Festival Musik ini berlangsung pada tanggal 2 & 3 November 2002.

Setahun kemudian, Sheila On 7 bersama Dewa 19 dan Slank tampil lagi dalam "A Mild Soundrenaline 2003".

Sheila On 7 sempat bernasib kurang beruntung saat memanggung dalam Soundrenaline 2003 yang diadakan di Bandung.

Tampil di Bandung, Sheila On 7 justru dihujani lemparan batu dan air mineral sejak menyanyikan lagu pertama.

Hal itu sangat berbeda, jika dibandingkan dengan aksi panggung Sheila On 7 saat memanggung di auditorium UPN Jogja (1999–saat rilis album pertama)—yang kala itu ditonton lebih dari 12.000 orang.

Akhir tahun 2003, Sheila On 7 mengisi lagu tema untuk film 30 Hari Mencari Cinta dan merilis album musik tema OST. 30 Hari Mencari Cinta dengan hits single "Melompat Lebih Tinggi" dan "Berhenti Berharap".

Dalam album ini, berisi 4 lagu baru dan 6 lagu lama yang diubah menjadi versi lain.

Pada tahun 2004, Sheila On 7 merilis album keempat Pejantan Tangguh.

Berbeda dengan album ketiga 07 Des, yang mengandalkan alat musik gesek (string section dan orkestra).

Dalam album keempat ini, Sheila On 7 mengandalkan alat musik tiup (brass section).

Pada tanggal 18 Oktober 2004, Sheila On 7 berpisah dengan Anton Widiastanto (drum) karena dianggap tidak disiplin menurut Anton Kurniawan (manager Sheila On 7 saat itu).

Namun, menurut Anton Widiastanto, dirinya merasa bahwa saat itu dipaksa mengundurkan diri karena adanya sosok personel yang tidak menyukai keberadaan Anton.

Sementara itu, Brian Kresna Putro masuk sebagai additional drummer untuk mengisi posisi penabuh drum yang ditinggalkan Anton.

Sebelumnya, Brian bergabung dengan grup musik Tiket (2001-2004).

Melalui perkenalan Brian dengan Adam (pemain bas Sheila On 7) saat di major label, Brian kemudian direkrut menjadi additional drummer.

Brian kemudian tampil bersama Sheila On 7 untuk menyelesaikan tur promo album Pejantan Tangguh di berbagai kota.

Album kompilasi Jalan Terus (2005) menjadi karier rekaman studio pertama Brian bersama Sheila On 7 sebagai additional drummer.

Pada tahun ini pula, Sheila On 7 menjalankan turnya bersama Ari Lasso dan ADA Band ke-33 daerah di Indonesia.

Awal tahun 2006, Sheila On 7 mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun Indosiar yang ke sebelas yang dimeriahkan oleh artis-artis Indonesia seperti Iwan Fals, Radja & ADA Band.

Sheila On 7 hadir dalam acara 1 Jam Bersamanya.

Pada bulan Februari 2006, Sheila On 7 berpisah juga dengan Saktia Ari Seno (gitar).

Sakti telah dipecat dari Sheila On 7 di tengah proses rekaman album kelima 507 karena keinginan Sakti untuk melanjutkan pendidikannya ke Pakistan dan ingin mendalami ilmu agama. 

Duta bercerita, pada saat itu Sakti sedang di studio untuk proses take lagu "Radio".

Akan tetapi, dari pagi hingga sore hari Sakti tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Lalu, pada sore hari itu Sakti memilih pamit pulang.

2 hari kemudian, Sakti datang lagi ke studio dan memutuskan untuk dipecat dari Sheila On 7.

Namun, Sakti tetap memberikan penampilan terbaiknya lewat petikan gitar akustiknya, tepatnya dalam lagu ciptaan Sakti yang berjudul "Cahaya Terang".

Pada saat proses rekaman album 507 sudah rampung dikerjakan dan siap dirilis, Sheila On 7 akhirnya mengangkat Brian menjadi penabuh drum tetap Sheila On 7.

Pada tahun ini pula, Sheila On 7 terpilih sebagai salah satu pengisi album Voices from the FIFA World Cup dengan hits singel yang berjudul "Pemenang" dan hanya dirilis di Indonesia dan Malaysia saja.

Lagu "Pemenang" menjadi salah satu lagu tema dari Piala Dunia 2006.

Setahun setelah rilisnya album 507, tepatnya pada tahun 2007, Eross bersama Brian dan 2 personel lain.

Yaitu Helmi (vokal) dan Alam (bas), membentuk proyek sampingan yaitu grup musik Jagostu yang terkenal lewat singel hit "Ampun DJ" dan "Mau Tak Mau".

Pada tahun 2008, Sheila On 7 merilis album keenam Menentukan Arah. Album ini merupakan album lanjutan dari album sebelumnya 507 yang telah dirilis pada tahun 2006.

Album ini disebut sebagai album kembalinya Sheila On 7 ke panggung hiburan setelah marak berita perpecahan karena beberapa personelnya memiliki kesibukan masing-masing.

Dengan dirilisnya singel "Betapa" usai sudah penantian para penggemar Sheila On 7.

Singel ini dirilis dalam format RBT dan disusul pemutaran di radio dan TV.

Album ini menjadi album pertama Sheila On 7 yang seluruh proses pembuatannya dikerjakan oleh mereka sendiri.

Sheila On 7 juga memperkenalkan logo terbaru mereka di album ini.

Pada tahun 2011, Sheila On 7 merilis album ketujuh Berlayar—bukan merupakan "sekuel" dari album sebelumnya meskipun ada konjungtivitas judul di antara keduanya, Menentukan Arah (2008) dengan Berlayar (2011).

Untuk memberikan album Berlayar ciri khas, mereka menambahkan sentuhan perkusi pada musiknya—salah satunya seperti dalam lagu "Have Fun".

Walaupun didominasi irama medium beat nge-rock, tetapi tabuhan tabla di lagu ini membuatnya lebih ringan didengar.

Judul berikutnya "Pasti Ku Bisa" menjadi singel andalan kedua mereka.

Dengan gitar Eross yang melodis, petikan bas Adam yang dalam, suara hangat Duta yang renyah dan gebukan drum Brian yang ritmik memberi keunikan tersendiri.

Sehingga menghasilkan harmonisasi irama khas Sheila On 7 (lebih dikenal dengan istilah Sheila Music).

Keistimewaan lain, di album ini ada 2 lagu baru dalam bahasa Inggris, "On The Phone" dan "Perfect Time", yang memberi kesan berbeda di tengah dominasi pasar dengan grup-grup musik yang beraliran sama.

Album ini telah diganjar sebagai "Best Album" dalam Polling Musik Hai 2011.

Setelah sempat dilanda ketidakpastian, akhirnya album kedelapan Musim Yang Baik resmi dirilis pada 10 Desember 2014.

Album ini menjadi album kedelapan sekaligus album terakhir Sheila On 7 bersama Sony Music Entertainment Indonesia.

Lagu "Lapang Dada" menjadi lagu utama dalam album ini—berisi 10 lagu yang semuanya baru, dengan semua personel Sheila On 7 menyumbang lagu dalam porsi yang sama di album ini (kecuali Brian).

Eross sebagai gitaris tetap menyumbang lagu terbanyak dengan 4 lagu, sedangkan Adam dan Duta masing-masing menyumbang 3 lagu.

Pada album ini, Duta dan kawan-kawannya mencoba mengusir rasa bosan mereka dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Seperti diketahui kecuali album pertama, semua album yang telah dirilis direkam menggunakan teknologi digital.

Maka, di album ini Sheila On 7 mencoba untuk kembali ke era analog.

Pada album berikutnya, mereka kabarnya akan berkarier di jalur indie label.

Pada tanggal 26 Januari 2018, Sheila On 7 merilis singel pertama mereka yang berjudul "Film Favorit" di bawah label mereka sendiri bernama 507 Records.

Ini juga pertama kalinya mereka melibatkan music director untuk menggarap lagu mereka.

"Film Favorit" sendiri merupakan lagu ciptaan Eross Candra (gitar).

Eross mengatakan jika lagu ini terinspirasi dari kisah seorang teman dekatnya yang belum berhasil menemukan pasangan hidup.

Sementara judul "Film Favorit" dipilih karena menurutnya aksi heroik hanya terjadi di film.

Eross juga menyebut bahwa film The Pursuit of Happyness sebagai salah satu film yang menginspirasi lagu ini.

Untuk proses perekaman, lagu ini direkam di studio Lahaneross dan hanya membutuhkan waktu 2 hari.

Sheila On 7 juga menunjuk Tomo Widayat dan Tama Wicitra untuk membantu mengarahkan proses rekaman

Pada tanggal 9 Mei 2022, Adam selaku manajer Sheila On 7 mengumumkan bahwa Brian Kresna Putro (drum) sudah tidak lagi menjadi anggota Sheila On 7 sejak 6 April 2022.

Adam mengatakan bahwa hengkangnya Brian sebelumnya telah diberitahukan kepada kelompok penggemar mereka.

Namun, pengumuman ke ranah umum dilakukan belakangan karena dinilai belum mendesak/penting.

Brian mengonfirmasi kabar tersebut lewat sebuah postingan Instagram pada tanggal 26 Mei 2022. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved