Tribun Kaltim Hari Ini
Cegah Penimbunan Elpiji 3 Kg, DPRD Samarinda Minta Pertamina Tegas seperti Bulog
Kelangkaan elpiji 3 kg di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan. Terlebih, kelangkaan ini diperparah dengan harga elpiji 3 kg yang melonjak
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kelangkaan elpiji 3 kg di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan. Terlebih, kelangkaan ini diperparah dengan harga elpiji 3 kg yang melonjak melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Meskipun stok gas diyakini aman, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menekankan pentingnya pengawasan ketat dari pemerintah kota dan Pertamina untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah penimbunan.
"Pengawasan distribusi gas sepenuhnya tanggung jawab Pertamina," ujar Rohim.
Baca juga: Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Tenggarong Kutai Kartanegara Diserbu Warga, Harga Rp 19 Ribu per Tabung
Dia mengatakan pengawasan seharusnya bisa dilakukan Pertamina. Hal ini berkaca dari Bulog. Di mana Bulog menindak tegas pedagang yang menjual beras melebihi HET dengan cara menghentikan suplai barang.
"Harusnya tegas yang seperti (Bulog) itu juga terlihat dari Pertamina," ujarnya.
Rohim menduga kelangkaan gas di Samarinda bukan hanya disebabkan oleh tingginya permintaan. Sebab itu, dirinya menegaskan bahwa pengawasan dan tindakan tegas terhadap pelanggaran tata niaga gas dapat menjamin stabilitas stok dan mencegah kelangkaan.
"Stok gas memang ada, tapi jika ada spekulan yang bermain bisa tiba-tiba hilang dari pasaran. Ini harus diawasi ketat dan pelanggarnya harus ditindak," tegas Rohim.
Dia berharap Pertamina dapat bekerja sama dengan pemerintah kota untuk memperkuat pengawasan dan menegakkan aturan terkait distribusi elpiji 3 kg. Hal ini demi memastikan ketersediaan gas yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Samarinda.
Baca juga: Dijual Harga Rp19 Ribu, Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg Banyak Diserbu Warga Kukar
Sebelumnya, Area Manager Communications, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengaku bahwa pihaknya tengah berupaya memenuhi kebutuhan elpiji 3 kg bersubsidi sebanyak 120 ribu tabung secara fakultatif selama bulan Juni.
Mengenai kuota subsidi di Kota Samarinda, saat ini kuota gas masih terbilang aman. Lantaran terdapat 20 agen dan setidaknya 550 pangkalan tersedia di Kota Samarinda.
"Hingga saat ini, dari kuota sekitar 9,7 juta tabung untuk tahun 2024, sekitar 4 juta tabung atau 41 persen yang sudah disalurkan. Artinya, masih ada lebih dari 50 persen kuota yang tersisa dan stok saat ini juga dalam keadaan aman," katanya. (sintya alfatika sari)
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
| Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti, Gubernur Rudy Mas'ud Singgung Minimnya Kandidat Putra Daerah |
|
|---|
| Bawa Bipang dari Kampung, Saleh Pulang Bareng Ribuan Pemudik ke Balikpapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/BELI-ELPIJI-3KG1.jpg)