Film

Apa Itu Teori Kospirasi Hollow Earth dan Agartha? Inspirasi Joko Anwar dalam Nightmare and Daydreams

Bumi Berongga atau The Hollow Earth adalah sebuah hipotesis yang mengklaim bahwa bumi berongga memiliki ruang kosong di dalamnya yang cukup besar.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Canva.com
HOLLOW EARTH - Bumi Berongga atau The Hollow Earth adalah sebuah hipotesis yang mengklaim bahwa bumi berongga memiliki ruang kosong di dalamnya yang cukup besar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Apa itu teori Agartha dan teori Hollow Earth atau Bumi Berongga yang kerap kali muncul dalam film fantasi dan sci-fi?

Teori konspirasi "Bumi Berongga" atau "The Hollow Earth" adalah sebuah hipotesis yang mengklaim bahwa bumi sebenarnya berongga dan memiliki ruang kosong di dalamnya yang cukup besar untuk mendukung kehidupan.

Teori Bumi Berongga, atau The Hollow Earth Theory, adalah hipotesis yang menyatakan bahwa planet Bumi memiliki ruang kosong besar di dalamnya, cukup luas untuk mendukung kehidupan.

Ide ini telah memikat imajinasi banyak orang sejak dulu, meski tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Teori ini menarik karena menggabungkan mitologi, fiksi ilmiah, dan keyakinan esoteris menjadi satu narasi yang kaya dan menarik.

Baca juga: Sinopsis Film Terbaru Joko Anwar Nightmares and Daydreams Serial Terbaik Netflix Indonesia!

Teori Ilmiah Awal

Pada abad ke-17, Edmond Halley, seorang astronom Inggris terkenal, mengusulkan bahwa Bumi mungkin terdiri dari serangkaian cangkang konsentrik berongga yang mengelilingi inti padat.

 Edmond Halley berpendapat bahwa variasi medan magnet Bumi bisa dijelaskan oleh struktur ini.

Namun, teori ini tidak memiliki dukungan bukti dan seiring waktu ditinggalkan oleh komunitas ilmiah.

Pengaruh Sastra dan Teosofi

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, konsep Bumi Berongga dipopulerkan melalui karya-karya fiksi ilmiah dan literatur esoterik

Jules Verne

Dalam novel "Journey to the Center of the Earth" (1864), Verne mengisahkan petualangan ke dunia bawah tanah yang penuh dengan makhluk prasejarah dan fenomena alam yang menakjubkan.

Theosophy

Madame Blavatsky, pendiri Theosophical Society, mengajukan konsep Agartha, sebuah kerajaan bawah tanah yang dihuni oleh ras manusia atau makhluk spiritual yang sangat maju.

Deskripsi Teori Bumi Berongga

1. Struktur Berongga

Teori ini berpendapat bahwa bumi tidak sepenuhnya padat, melainkan memiliki rongga besar di dalamnya.

Ada variasi dalam pandangan ini, ada yang menyebutkan rongga besar di tengah bumi, sementara yang lain percaya pada serangkaian terowongan dan gua yang luas.

2. Agartha

Beberapa penganut teori ini percaya bahwa ada sebuah kerajaan yang dikenal sebagai Agartha yang terletak di dalam bumi.

Agartha sering digambarkan sebagai peradaban maju dengan teknologi tinggi dan pengetahuan spiritual yang mendalam.

3. Pintu Masuk

Teori ini juga mengklaim adanya pintu masuk ke dunia bawah tanah ini, yang biasanya dikatakan berada di kutub utara dan selatan, serta di beberapa lokasi lain seperti pegunungan Himalaya.

4. Penduduk Dalam Bumi

Menurut teori ini, Agartha dihuni oleh ras manusia atau makhluk lain yang telah lama tinggal di sana, terpisah dari peradaban permukaan bumi.

Penjelasan dan Asal Usul Teori

1. Sejarah dan Mitologi

Ide tentang dunia bawah tanah bukanlah hal baru dan telah ada dalam berbagai mitologi dan legenda dari berbagai budaya, seperti mitologi Yunani dengan Hades dan mitologi Nordik dengan Svartalfheim.

2. Literatur dan Pengaruh Modern

Teori Bumi Berongga modern dipopulerkan pada abad ke-17 oleh Edmond Halley, yang mengusulkan bahwa bumi mungkin terdiri dari serangkaian cangkang konsentrik berongga.

Konsep ini kemudian dikembangkan oleh penulis fiksi ilmiah dan teosofis pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

3. Teosofi dan Esoterisme

Pada awal abad ke-20, teosofi dan beberapa ajaran esoterik lainnya mengadopsi dan mengembangkan ide tentang Agartha dan peradaban bawah tanah sebagai bagian dari keyakinan mereka tentang spiritualitas dan evolusi manusia.

4. Penolakan Ilmiah

Teori Bumi Berongga bertentangan dengan pemahaman ilmiah modern tentang struktur bumi, yang didukung oleh bukti geofisika, seperti seismologi, yang menunjukkan bahwa bumi memiliki inti padat dan mantel yang sangat panas dan kental, tanpa adanya ruang kosong besar.

Popularitas dan Konspirasi Modern

1. Budaya Populer

Teori Bumi Berongga sering muncul dalam berbagai karya fiksi, termasuk novel, film, dan acara televisi.

Hal ini membantu menjaga popularitasnya di kalangan penggemar teori konspirasi.

2. Komunitas Online

Ada komunitas online yang berdedikasi untuk membahas dan mempromosikan teori Bumi Berongga, sering kali menghubungkannya dengan teori konspirasi lainnya, seperti UFO, misteri kuno, dan teknologi rahasia.

3. Penolakan dan Skeptisisme

Mayoritas ilmuwan dan akademisi menolak teori ini karena tidak ada bukti empiris yang mendukungnya dan bertentangan dengan pemahaman ilmiah tentang geologi dan fisika bumi.

Teori Bumi Berongga, termasuk konsep Agartha, adalah salah satu dari banyak teori konspirasi yang menarik imajinasi tetapi kurang didukung oleh bukti ilmiah.

Meski demikian, ia tetap menjadi bagian menarik dari budaya populer dan diskusi konspirasi, menunjukkan bagaimana mitologi, fiksi, dan spekulasi dapat bercampur dan mempengaruhi pandangan dunia beberapa orang. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved