Tribun Kaltim Hari Ini
Dinas PUPR Kaltim Bakal Lebarkan Sungai Karang Mumus di Samarinda
akibat bangunan liar yang menjamur di bantaran sungai, SKM menjadi sempit dan rentan banjir. Banjir ini pun menjadi momok bagi warga
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sungai Karang Mumus (SKM) selama ini menjadi nadi kehidupan bagi masyarakat Samarinda.
Namun, akibat bangunan liar yang menjamur di bantaran sungai, SKM menjadi sempit dan rentan banjir. Banjir ini pun menjadi momok bagi warga, terutama di kawasan penjuru rendah kota.
Menyadari hal ini, Pemkot Samarinda bersama Pemprov Kaltim bahu-membahu mengatasi banjir dengan cara membenahi dan menata SKM.
Baca juga: Bongkar Rumah Mandiri untuk Normalisasi SKM Samarinda, Warga Akui Nilai Ganti Rugi Sepadan
Salah satu fokus utama adalah SKM tahap I di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, tepatnya di area antara Jembatan Ruhui Rahayu dan Jembatan Gelatik.
Dalam upaya pengendalian banjir ini, Pemkot akan menangani dampak sosial dan pembebasan lahan, sementara Pemprov Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kaltim bertindak sebagai pelaksana teknis normalisasi atau pengerukan sungai
Sunandar, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pera Kaltim, mengungkapkan bahwa usai menyelesaikan pembongkaran secara mandiri yang dilakukan oleh warga terdampak, pihaknya akan menyiapkan beberapa alat berat untuk memaksimalkan normalisasi ini
"Menormalisasi itu maksudnya mengangkut, membersihkan sungai yang ada seperti kita lakukan sebelumnya, sesuai yang kita lakukan di daerah-daerah yang lain," ungkapnya, Senin (24/6/2024).
Dijelaskan Sunandar, pihaknya akan melebarkan sungai sesuai dengan desain yang ada, yakni sekitar kurang lebih 40 meter, di sekitar area pemukiman dengan panjang 200-300 meter.
Baca juga: Bantaran SKM Bakal Bersih, Pemkot Samarinda Pastikan Santunan Warga Terdampak Tak Satupun Terlewati
Lebih lanjut, Sunandar menjelaskan bahwa di area SKM tersebut terdapat penyempitan dan bangunan liar.
Sementara untuk fisiknya, termasuk penurapan, Sunandar berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim sudah memasukkannya dalam perencanaan dan pelaksanaan fisik di tahun depan.
Di samping itu, Walikota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Menurutnya, sinergi ini penting, lantaran normalisasi SKM merupakan proyek besar yang membutuhkan dukungan banyak pihak.
"Prinsipnya, Pemprov selalu ingin membantu pemkot. Normalisasi SKM selama ini dianggap sulit, namun Pemkot dan Pemprov terus berusaha bersinergi, terutama melalui Dinas PUPR, agar program pengendalian banjir dan pengelolaan SKM berjalan sesuai harapan," demikian Andi Harun. (snw)
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
| Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti, Gubernur Rudy Mas'ud Singgung Minimnya Kandidat Putra Daerah |
|
|---|
| Bawa Bipang dari Kampung, Saleh Pulang Bareng Ribuan Pemudik ke Balikpapan |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Naik, Pemudik dari Kaltim Beralih ke Jalur Darat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240624_Andi-Harun-Tinjau-Tahap-I-SKM-Samarinda.jpg)