Berita Samarinda Terkini
4 Hari Mencari Bocah Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Kini Masih Misterius
Pencarian anak yang berusia 13 tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda terus dilakukan. Namun hingga hari ke 4 pencarian masih belum membuahkan hasil
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pencarian anak yang berusia 13 tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda terus dilakukan. Namun hingga hari ke 4 pencarian masih belum membuahkan hasil.
Diketahui anak berinisial F itu, tenggelam di perairan Sungai Mahakam tepatnya Teluk Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Sabtu (22/6/2024) sore.
Hari ke 4 ini, petugas melakukan upaya pencarian dengan beberapa metode, seperti penyisiran di permukaan air, pemantauan udara gunakan drone, membuat ombak buatan dan melakukan Echosounder alat survey bawah air.
"Namun setelah dianalisa dari Basarnas dan tim surveyor itupun tidak ada tanda-tanda indikasi (Ditemukan anak itu)," tutur Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi, dikonfirmasi Selasa (25/6/2024) malam.
Baca juga: Diduga Mabuk, Jasad Korban Tenggelam di Sungai Manggar Ditemukan Tim SAR
Lebih lanjut pria yang karibnya disapa Riqi tersebut menjelaskan, bahwa para petugas yang turun kepalangan melakukan penyisiran pada hari ke 4 dengan radius mencapai 2,5 Kilometer (KM).
Juga pihaknya upayakan di berbagai titik terkhususnya di daerah Selili yang didapati adanya sampah, eceng gondok yang terkumpul atau menumpuk di kawasan tersebut.
"Kita upayakan rekan-rekan gabungan diurai antisipasi korban tersangkut atau korban terdapat celah-celah sampah itupun hasilnya nihil sampai sore hari masih nihil," bebernya.
Ia menginformasikan sesuai dengan Undang-undang No 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, SOP nya Basarnas melakukan pencarian dari Timsar maksimalnya di 7 hari.
Baca juga: Anak Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda Sempat Minta Tolong, Tali yang Dilempar Temannya Putus
Maka jikalau korban masih belum diketemukan di hari ketujuh tersebut, Riqi menyebutkan bahwa operasi pencarian akan ditutup dan korban pun dinyatakan menghilang.
"Operasi selesai, tapi kita laporkan monitoring tetap pemantauan," tututnya.
Dan dari SAR juga memberikan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas, pihak KSOP, Kepaduan, Distrik Navigasi dan rekan PolAir Polda dan pihak dapat memberitahu jika ada perkembangan.
"Sewaktu-waktu ada perkembangan atau informasi tentang korban," imbuhnya.
(*)
| Samarinda Genjot Vaksinasi Rabies 2 Ribu Dosis, Prioritaskan Hewan Liar dan Komunitas Shelter |
|
|---|
| Efek Tiket Mahal, Penumpang Bandara APT Pranoto Samarinda Anjlok hingga 40 Persen |
|
|---|
| Antisipasi Musim Kemarau, Pemkot Samarinda Berencana Bangun Intake Baru di Loa Kulu Kukar |
|
|---|
| Dukung Efisiensi Energi, Camat Samarinda Seberang Ajak Pegawai Bersepeda Setiap Hari Jumat |
|
|---|
| Lapak Korban Kebakaran Pasar Segiri Telan Rp1,1 Miliar, DPRD Samarinda: Harus Layak dan Fungsional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240626_Basarnas-Samarinda-di-Kaltim.jpg)