Berita Samarinda Terkini
Dukung Efisiensi Energi, Camat Samarinda Seberang Ajak Pegawai Bersepeda Setiap Hari Jumat
Camat Samarinda Seberang memilih mengubah pola mobilitas pegawai dengan mendorong penggunaan sepeda setiap Jumat
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN), Kecamatan Samarinda Seberang justru mengambil langkah berbeda.
Karena tetap masuk kategori layanan publik yang wajib Work From Office (WFO), Camat Samarinda Seberang memilih mengubah pola mobilitas pegawai dengan mendorong penggunaan sepeda setiap hari Jumat.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, mengatakan inisiatif tersebut lahir dari upaya mencari bentuk kontribusi terhadap program efisiensi energi yang saat ini digaungkan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Baca juga: Lapak Korban Kebakaran Pasar Segiri Telan Rp1,1 Miliar, DPRD Samarinda: Harus Layak dan Fungsional
“Kita mendapatkan himbauan untuk melaksanakan WFH dengan latar belakang adalah efisiensi energi. Dengan adanya WFH sehari ini maka penggunaan BBM bisa lebih dihemat termasuk kemudian listrik kantor,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Namun, karena kecamatan termasuk sektor pelayanan publik, seluruh pegawai tetap diwajibkan bekerja dari kantor.
Berangkat dari kondisi tersebut, Aditya kemudian mencoba mencari pola alternatif agar semangat efisiensi energi tetap bisa diterapkan di lingkungan kerjanya.
“Saya coba buka-buka di internet gimana sih pola WFH ini di beberapa kantor di Jakarta dan di sana mereka mengejar efisiensi energi, tapi produktivitasnya tidak boleh turun. Ini yang saya coba konversi,” jelasnya.
Dari situ, lahirlah gerakan sederhana dengan menggunakan sepeda untuk bekerja dan melakukan kunjungan lapangan setiap hari Jumat.
“Karena kita kecamatan ini tetap harus turun, tapi bagaimana cara kita menyumbang hemat energinya. Saya ke kantor naik sepeda. Teman-teman yang rumahnya dekat, naik sepeda juga ke kantor,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua pegawai harus turun ke lapangan, namun bagi pegawai yang memiliki tugas lapangan tetap didorong menggunakan sepeda.
Gerakan tersebut juga mulai disampaikan hingga tingkat kelurahan sebagai bentuk ajakan perubahan perilaku.
“Ini juga yang saya sampaikan ke kelurahan. Kalau yang punya sepeda di rumah, naik sepeda ke kantor. Biarpun cuma 2-3 orang,” ujarnya.
Aditya menyadari langkah tersebut mungkin belum memberi dampak besar secara langsung terhadap penghematan energi, namun menurutnya perubahan perilaku justru menjadi poin utama.
Ia menilai penghematan energi tidak selalu harus dilakukan melalui kebijakan besar, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.
Meski diakui memiliki tantangan, terutama faktor cuaca panas saat siang hari, Aditya menilai upaya kecil tetap penting dilakukan.
| Penyebab Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Jalan Jelawat Samarinda Diduga Dipicu ODGJ Bakar Kursi |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Beber Kualitas Udara dari Dampak Uji Coba Insinerator Sampah |
|
|---|
| 2 Strategi Integratif Pemkot Samarinda untuk Atasi Banjir Kota |
|
|---|
| Penanganan Banjir Samarinda Masuk Fase Optimasi, Drainase dan Polder Diperkuat |
|
|---|
| DPRD Samarinda Soroti Lambatnya Penanganan Laporan Kehilangan Motor di Polresta Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260515_Camat-Samarinda-Seberang-Aditya-Koesprayogi-saat-bersepeda.jpg)