Selasa, 5 Mei 2026

Berita Balikapan Terkini

Mager Bikin Lemas, Dokter Gizi RSKD Balikpapan Beberkan Dampak Negatifnya

Saat hari libur, kondisi psikologis seseorang cenderung malas gerak atau mager. Sebab, sejumlah masyarakat kerap menganggap liburan menjadi ajang.

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
TIPS KESEHATAN TUBUH - Potret Dokter Spesialis Gizi Klink Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Martin Ayuningtyas, menyatakan, saat tubuh kurang bergerak, fungsi dan manfaat tersebut tidak bisa didapatkan oleh tubuh.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Saat hari libur, kondisi psikologis seseorang cenderung malas gerak atau mager. Sebab, sejumlah masyarakat kerap menganggap liburan menjadi ajang untuk bermalas-malasan. 

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu warga Balikpapan, Debby. Ia mengaku, memanfaatkan waktu libur untuk bermalas-malasan diatas kasur. 

Namun, di samping itu, ia juga merasakan lemas dan mengantuk saat terlalu lama berbaring. Sehingga, menurutnya, hal ini menjadi dampak negatif karena terlalu lama berbaring. 

"Biasanya kalau libur, ya aku tidur. Kadang sampai sore, masih baring diatas kasur sambil scroll tiktok. Cuma, sering agak pusing juga kalau terlalu lama," ujarnya, Sabtu (6/7/2024). 

Baca juga: Cara Tangkal Penyakit Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda ala Dokter Gizi dari Balikpapan

Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Gizi Klink Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Martin Ayuningtyas mengatakan, saat tubuh kurang bergerak, otot tidak dapat mengeluarkan miokin (peptide kecil yang dikeluarkan otot untuk berkomunikasi dengan organ lain). 

Untuk diketahui, dalam kondisi kurang bergerak atau mager, miokin akan sedikit diproduksi sehingga komunikasi dengan organ lain akan terhambat. 

Komunikasi tersebut berupa metabolisme gula darah dan resistensi insulin untuk mempertahankan agar gula darah selalu normal, serta oksidasi asam lemak agar tidak terjadi penumpukan lemak berlebihan. 

Bahkan juga memiliki fungsi seperti  vaskularisasi agar aliran darah baik, mempertahankan saraf tetap baik, pembelahan sel agar regenerasi sel baik termasuk pembentukan sel  kekebalan tubuh, dan mempertahankan serta memperbesar otot. 

Namun sayangnya, saat tubuh kurang bergerak, fungsi dan manfaat tersebut tidak bisa didapatkan oleh tubuh. 

"Jika kurang bergerak artinya otot juga kurang digerakan. Akibatnya otot tidak mengeluarkan miokin," jelasnya. 

Tak ayal, mager juga secara tidak langsung akan "mengundang" sejumlah penyakit.

Mulai dari obesitas, diabetes melitus atau kencing manis, hingga jantung dan segala kompilasinya. 

"Mager juga bisa berakibat pada penyakit radang sendi karena ototnya tidak terlatih," pungkasnya. 

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved