Kamis, 16 April 2026

Pilkada Kaltim 2024

Ketua Gema Keadilan Kaltim Tanggapi soal Sindiran Borong Partai, Minta Introspeksi Diri

Ketua Gema Keadilan yang juga Anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PKS, Abdul Rohim menanggapi agar Hadi Mulyadi berbesar hati.

|
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
PILKADA KALTIM 2024 - Ketua Gema Keadilan yang juga Anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PKS, Abdul Rohim menanggapi agar Hadi Mulyadi berbesar hati menghadapi Pilgub Kaltim 2024. Rudy Mas’ud juga mengatakan tidak memiliki target harus mengumpulkan dukungan dari partai lainnya. Menurutnya, semua keputusan ada di tangan partai politik.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Generasi Muda (Gema) Keadilan tanggapi santai sindiran soal borong partai yang diungkapkan bakal calon Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. 

Ketua Gema Keadilan yang juga Anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PKS, Abdul Rohim menanggapi agar Hadi Mulyadi berbesar hati menghadapi Pilgub Kaltim 2024.

“Dari pada sibuk melempar tudingan, Pak Hadi Mulyadi lebih baik intropeksi, mengapa partai pengusungnya pilgub lalu kini beralih mengusung calon yang lain,” sebut Rohim, Selasa (9/7/2024) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pimpinan organisasi sayap PKS di Kaltim ini juga mempertanyakan mengapa kali ini terkesan kesulitan mengkonsolidasi dukungan partai, padahal berstatus sebagai petahana.

Baca juga: PPP akan Cermat Tentukan Dukungan di Pilkada Kaltim 2024, Panggil Isran Noor dan Rudy Masud

“Intropeksi seperti ini akan jauh lebih bijak dan produktif dibanding sibuk melempar tudingan-tudingan,” imbuhnya.

Terkait sindiran borong partai, tentu tak bijak menurut Rohim, sehingga ia berharap sebagai petahana fokus pada perolehan dukungan agar bisa ikut berkompetisi di Pilgub Kaltim 2024.

“Sehingga beliau bisa segera melakukan perbaikan dan mendapatkan dukungan untuk berkompetisi dalam Pilkada mendatang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, bacalon petahana dalam Pilgub Kaltim 2024 yakni Isran Noor–Hadi Mulyadi menegaskan telah mengantongi dukungan partai politik (parpol).

Ditemui saat menghadiri acara diskusi publik, Hadi Mulyadi menegaskan telah ada parpol yang merapat untuk mendukungnya bersama Isran Noor di kontestasi Pilgub 2024.

Baca juga: PDIP Jajaki Koalisi di Pilkada Kaltim 2024 Termasuk PPP, Isran Noor Jadi Pertimbangan Diusung

Terkini, tersisa lima partai yang belum menentukan dukungan di Pilgub 2024, yakni Partai Gerindra 10 kursi, PDIP dengan 9 kursi, Nasdem 3 kursi, dan PPP serta Demokrat masing–masing mengantongi 2 kursi. 

Prasyarat di Pilgub perlu minimal 20 persen dukungan partai pemilik kursi di DPRD Kaltim periode 2024-2029. 

Terdapat total 55 kursi di DPRD Kaltim sehingga untuk mendaftar di Pilgub perlu paling sedikit didukung partai atau gabungan partai dengan dengan jumlah keterwakilan 11 kursi

Hadi Mulyadi tegas menganulir desas-desus yang beredar Pilkada Kaltim 2024 akan ada kandidat yang melawan kotak kosong.

Ia bersama Isran Noor, kini menyusun langkah untuk bisa mengamankan dukungan dari partai tersisa.

“Ini kan kemauannya orang (borong partai). Saya kira begini, kalau orang itu punya keyakinan menang tak perlu borong. Bertarung itu lebih baik, daripada memborong partai. Tapi kalau orang berpikiran dia kalah, memilih memborong supaya tidak bertarung,” tukasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved