Berita Balikpapan Terkini

Kemenhub Kaji Konsep Aglomerasi Transportasi di Wilayah Mitra IKN 

Kementerian Perhubungan mengkaji konsep aglomerasi transportasi di wilayah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penulis: Zainul | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Zainul
Deputi Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Silvia Halim saat menjelaskan soal kajian konsep aglomerasi transportasi di wilayah mitra Ibu Kota Nusantara, Selasa (16/7/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji konsep aglomerasi untuk sarana transportasi di wilayah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. 

Hal itu diungkapkan Deputi Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Silvia Halim saat kegiatan forum group discussion bertema "Rekomendasi Kebijakan Transportasi Penyangga IKN dan Rancangan Standar Fasilitas Integrasi Moda dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN" di Balikpapan, Selasa (16/7/2024).

FGD ini melibatkan enam kabupaten/kota mitra IKN meliputi Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam kesempatan itu, Silvia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, Otorita IKN, dan daerah mitra dalam mewujudkan kebijakan ini.

"Kami harap kebijakan awal ini bisa menjadi sesuatu yang digerakkan bersama, bukan hanya diinisiasi oleh pemerintah pusat maupun Otorita IKN," ujarnya 

Baca juga: DKUMKMP Sebut Baru 70 yang Lakukan Rapat Anggaran Tahunan dari 440 Koperasi Aktif di Balikpapan

Silvia Halim menjelaskan, rencana induk tersebut bertujuan untuk menciptakan sarana transportasi terintegrasi antara Kota Nusantara dengan kawasan mitra yang masuk dalam konsep aglomerasi

"Sehingga ke depannya pembangunan itu bisa dilakukan secara terintegrasi oleh pemerintah daerah," lanjutnya.

Setelah kajian selesai, langkah berikutnya adalah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan kawasan mitra.

Silvia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan dan integrasi pembiayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim Yudha Pranoto menyatakan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga menciptakan pusat kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Pembangunan sistem transportasi yang tertib, lancar, efektif, efisien, aman, nyaman, dan terjangkau menjadi prioritas utama," cetus Akmal.

Baca juga: Bandara SAMS Balikpapan Siap Sambut Tamu Undangan HUT RI ke-79 di IKN, Ada Bioskop Gratis

Akmal menambahkan bahwa daerah-daerah mitra IKN perlu menyiapkan infrastruktur penunjang sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Peningkatan kualitas infrastruktur dan sistem transportasi merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan perkembangan pesat di berbagai sektor pembangunan, khususnya infrastruktur dan transportasi, Kaltim berkomitmen untuk mendukung visi besar IKN. (*) 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved