Sabtu, 11 April 2026

Buaya di Jalanan Sangatta

Heboh Seekor Buaya Muncul di Jalan Diponegoro Sangatta, Hampir Tertabrak Mobil

Beredar video di grup WhatsApp dan sosial media, nampaknya buaya tersebut hampir tertabrak sebuah mobil dan kemudian melarikan diri.

|
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
HO Disdamkartan Kutim
Buaya yang menghebohkan warga di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Warga Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur dihebohkan oleh munculnya seekor buaya di tengah-tengah Jalan Diponegoro tepatnya di Depan Gang Antasari Dekat Toko 88.

Beredar video di grup WhatsApp dan sosial media, nampaknya buaya tersebut hampir tertabrak sebuah mobil dan kemudian melarikan diri menyebrang ke arah bengkel milik warga Jalan Diponegoro, Sangatta Utara.

Berdasarkan konfirmasi dari salah satu Tim Rescue di lapangan, Ari Wibowo mengatakan buaya tersebut telah diantar oleh warga sekitar.

"Warga yang inisiatif menangkap buaya karena merasa terancam adanya buaya," ucap Ari saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2024).

Baca juga: Fakta di Balik Video Viral Orang Utan Raksasa, BKSDA Kaltim Pastikan Berada di Sangatta Kutim

Lanjutnya, kronologinya warga melihat tiba-tiba ada buaya muncul di tengah jalan, kemudian ada sebuah mobil yang sengaja ingin menabrak buaya tersebut.

Akan tetapi, buaya sempat terkena dan menghindar, lalu berlari menyebrang menuju bengkel milik warga di Jalan Diponegoro, Sangatta.

Katanya, warga di bengkel panik karena melihat buayanya ngamuk akhirnya berani tidak berani, tetap warfa memberanikan diri untuk menangkap buaya tersebut agar tidak terjadi yang tak diinginkan.

"Lalu tadi warga ada yang mengantar ke Kantor Damkar membawa buayanya pas masih hujan-hujan," imbuhnya.

buaya tersebut memiliki panjang sekitar 160 - 180 centimeter dengan perkiraan usia 1,5 - 2 tahunan.

Sebelum diterima oleh Disdamkartan Kutim, dilakukan sesi dokumentasi dan pemeriksaan kondisi buaya secara singkat untuk memastikan kesehatan buaya.

Menurutnya, buaya dalam keadaan baik-baik saja dan akhirnya diikat pada bagian perutnya di Halaman Kantor Disdamkartan Kutim bagian belakang.

"Sekarang buayanya sudah kembali aktif, biasanya kalau panjangnya tidak sampaai 2 meter oleh BKSDA diarahkan untuk dirilis, biasanya kami kalau rilis di Sungai Sangatta arah Kecamatan Rantau Pulung yang jauh dari pemukiman warga," terangnya

Ada Kawasan Buaya di Jalan Diponegoro

Di akhir, Ari menjelaskan bahwa di daerah Jalan Diponegoro, dekat dengan Gang Komodo dan Gang Taruna terdapat sungai mati yang menjadi habitat buaya.

"Nah buaya yang kecil-kecil itu biasanya bermigrasi karena kalah dengan buaya yang besar, makanya terkadang tiba-tiba muncul di tengah pemukiman warga," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved