Senin, 4 Mei 2026

Pilkada Jatim 2024

Terbaru Hasil Survei Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024, Efek Jokowi dan Prabowo Masih Tinggi

Terbaru hasil survei Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024, Jokowi dan Prabowo effect masih tinggi.

Tayang:
Litbang Kompas/RFC/YOH
Perbesar Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Calon Gubernur Rujukan Publik Jawa Timur. Terbaru hasil survei Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024, Jokowi dan Prabowo effect masih tinggi. 

Apabila dibandingkan dengan faktor pertimbangan satu agama dan satu suku, faktor Jokowi dan Prabowo terlihat berada di bawahnya.

Faktor pertimbangan satu agama di wilayah Tapal Kuda sebesar 83 persen, Madura 79,2 persen, Mataraman 77,9 persen, dan Arek 77,6 persen.

Kemudian, pertimbangan satu suku di wilayah Tapal Kuda sebesar 80,7 persen, Madura 70,8 persen, Arek 69,4 persen, dan Mataraman 68,5 persen.

"Survei Litbang Kompas: Tingkat Persetujuan Latar Belakang Kepala Daerah Berdasarkan Geokultural Pemilih (Litbang Kompas/RFC/EDR)

Namun, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu menyebut, faktor Jokowi dan Prabowo tetap memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap pemilih.

Pasalnya, lebih dari 50 persen responden tetap menyebut melihat Jokowi dan Prabowo sebagai salah satu faktor yang menentukan pilihan sebagaimana temuan survei Litbang Kompas.

“Pasti ada pengaruhnya tapi sejauh mana Pak Jokowi dan Prabowo meng-endorsement tokoh itu (calon gubernur dan wakil gubernur),” kata Yohan kepada Kompas.com, Jumat.

Namun, Yohan mengungkapkan tiap wilayah di Jawa Timur memang memiliki karakter berbeda.

Pemilih wilayah Tapal Kuda dan Madura cenderung tidak bisa melepaskan diri dari sentimen latar belakang agama.

“Di Madura, budaya ‘Bhapa, Bhabu, Guru, Rato’ masih mengakar kuat dalam menentukan pilihan, termasuk pilihan politik. Istilah tersebut miliki arti pertama bapak, kedua ibu, ketiga kiai, keempat ratu atau kepala daerah setempat dalam urutan untuk dimintai pendapat,” tulis Yohan dikutip dari Kompas.id.

Kemudian, menurut Yohan, di wilayah Mataraman cenderung statis karena pengaruh Kerajaan Mataram dan sufisme yang lebih menonjol.

Sehingga, faktor pemimpin di daerah tersebut memegang peranan penting.

Baca juga: 3 Calon Gubernur Terkuat di Hasil Survei Pilkada Jatim 2024, Sosok yang Berpotensi Kalahkan Khofifah

Namun, Yohan mengatakan, pergeseran porsi dengan lebih banyaknya pemilih muda menjadi potensi disrupsi dalam memetakan pemilih Jatim.

Pasalnya, pemilih muda memiliki karakter lebih otonom atau mandiri dalam menentukan pilihan politiknya.

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 20-25 Juni 2024, dengan melibatkan sebanyak 500 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Jawa Timur.

Margin of error survei lebih kurang 4,38 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei yang dilakukan melalui wawancara tatap muka ini didanai sepenuhnya oleh Harian Kompas. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved