Berita Kukar Terkini
191 Anak Terindikasi Stunting di Kukar Dapat Makanan Tambahan Selama Dua Bulan
Sebanyak 191 anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur akan mendapat makanan tambahan selama dua bulan ke depan
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebanyak 191 anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur akan mendapat makanan tambahan selama dua bulan ke depan.
Ratusan anak tersebut adalah mereka yang terdata terindikasi stunting atau mengalami kekurangan gizi, berat badan kurang dan berat badan tidak naik.
Data diperoleh saat Pemerintah Kabupaten Kukar melakukan penimbangan dan pengukuran serentak beberapa waktu lalu.
"Penanganan ini harus cepat dengan gerakan memberikan makanan tambahan selama dua bulan ke depan," ujar Bupati Kukar, Edi Damansyah, Kamis (25/7/2024).
Baca juga: Dari Pendidikan hingga Pencegahan Stunting, Pupuk Kaltim Fokus Dukung Pemberdayaan Anak Indonesia
Ia menuturkan, penanganan stunting berjalan dengan baik. Namun, seluruh jajaran yang bertanggung jawab atas kasus ini, agar melakukan penanganan secara terukur sesuai data.
"Banyak kasus ditemukan dikatakan stunting, tapi belum stunting. Dari hasil penimbangan dan pengukuran serentak yang dilakukan bulan Juni kemarin, pelaksanaanya sudah mencapai 99 persen," kata Edi Damansyah.
Melalui pendataan serentak, pihaknya sudah memiliki gambaran jelas untuk mengambil langkah penanganan stunting, dalam rangka menurunkan angka stunting di 2024. Seperti gerakan pencegahan yang dilakukan Posyandu selama ini.
Contohnya penanganan yang dilakukan Posyandu di Kecamatan Tenggarong Seberang. Posyandu ini telah melakukan penimbangan dan pengukuran serentak terhadap 4.543 balita dan anak-anak selama satu bulan.
"Dari 4.543 ada 12,46 persen masuk kategori berpotensi stunting. Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan menjadi stunting," jelasnya.
Baca juga: Kasus Stunting pada 4 Kelurahan di Bontang Masih Tinggi, Berbas Pantai Mencapai 29 Persen
“Tim penanganan stunting di kecamatan adalah camat, kelurahan adalah lurah/kades. Jadi lakukan tugas dengan baik, terutama dalam dua bulan ke depan,” sambung Edi Damansyah.
Terakhir, ia juga mengajak perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk bersama-sama membantu menyukseskan penanganan stunting melalui Gerakan Pemberian Makanan Tambahan. (*)
| Upaya Cegah Stunting, PT Berau Coal Rutin Gelar Koordinasi Program Pencegahan Stunting |
|
|---|
| 3 Kendali yang Dihadapi TP PKK Kubar untuk Menurunkan Angka Stunting, Optimis Berhasil |
|
|---|
| Ketua PKK Mahulu Kaltim Minta Orangtua Pilih Makanan Bergizi untuk Cegah Stunting |
|
|---|
| Resmikan Posyandu Edelweiss Jembayan, Bupati Kukar Ingin Kader Fokus Penanganan Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240725_Edi-Damansyah-Cengkrama-dengan-Anak.jpg)