Minggu, 31 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

191 Anak di Kukar Terindikasi Stunting, Dapat Makanan Tambahan Selama Dua Bulan

Ratusan anak tersebut adalah mereka yang terdata terindikasi stunting atau mengalami kekurangan gizi, berat badan kurang dan berat badan tidak naik.

Tayang:
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab Kukar
STUNTING DI KUKAR - Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah saat bercengkerama dengan anak-anak di salah satu Posyandu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Edi Damansyah beber penanganan stunting berjalan dengan baik. Namun, seluruh jajaran yang bertanggung jawab atas kasus ini, agar melakukan penanganan secara terukur sesuai data.  

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebanyak 191 anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur akan mendapat makanan tambahan selama dua bulan ke depan.

Ratusan anak tersebut adalah mereka yang terdata terindikasi stunting atau mengalami kekurangan gizi, berat badan kurang dan berat badan tidak naik.

Data diperoleh saat Pemerintah Kabupaten Kukar melakukan penimbangan dan pengukuran serentak beberapa waktu lalu.

"Penanganan ini harus cepat dengan gerakan memberikan makanan tambahan selama dua bulan ke depan," ujar Bupati Kukar, Edi Damansyah, Kamis (25/7/2024).

Baca juga: Bupati Edi Damansyah Tetapkan Desa Mulawarman di Kukar Kaltim jadi Sentra Peternakan Kambing

Ia menuturkan, penanganan stunting berjalan secara baik.

Namun, seluruh jajaran yang bertanggung jawab atas kasus ini, agar melakukan penanganan secara terukur sesuai data.

"Banyak kasus ditemukan, dikatakan stunting tapi belum stunting. Dari hasil penimbangan dan pengukuran serentak yang dilakukan bulan Juni kemarin, pelaksanaanya sudah mencapai 99 persen," kata Edi.

Melalui pendataan serentak, pihaknya sudah memiliki gambaran jelas untuk mengambil langkah penanganan stunting, dalam rangka menurunkan angka stunting di 2024. Seperti gerakan pencegahan yang dilakukan Posyandu selama ini.

Contohnya penanganan yang dilakukan Posyandu di Kecamatan Tenggarong Seberang. Posyandu ini telah melakukan penimbangan dan pengukuran serentak terhadap 4.543 balita dan anak-anak selama satu bulan.

Baca juga: Respons Edi Damansyah soal Banyaknya Lawan Politik di Pilkada Kukar 2024, Singgung Adu Gagasan

"Dari 4.543 ada 12,46 persen masuk kategori berpotensi stunting. Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan menjadi stunting," jelasnya.

“Tim penanganan stunting di kecamatan adalah camat, kelurahan adalah lurah atau kades. Jadi lakukan tugas dengan baik, terutama dalam dua bulan ke depan,” sambung Edi Damansyah.

Terakhir, ia juga mengajak perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk bersama-sama membantu menyukseskan penanganan stunting melalui Gerakan Pemberian Makanan Tambahan.

(TribunKaltim.co/aul)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved