Senin, 13 April 2026

Olimpiade Paris 2024

Fakta Mengenai Gregoria Mariska Tunjung, Sabet Medali Perunggu Olimpiade 2024

Jorji rupanya harus mengalami pasang surut prestasi dimana pada tahun 2022 ia sempat ingin pensiun dari bulutangkis karena merasa stuck

|
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
AFP Photo/Arun Sankar
OLIMPIADE 2024 PARIS - Gregoria Mariska Tunjung yang biasa disapa Jorji di laga melawan Ratchanok Intanon di perempat final Olimpiade 2024 Paris. Hasil badminton Olimpiade 2024 Paris, Jorji tembus semifinal. Bersiap tantang An Se Young di semifinal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gregoria Mariska Tunjung menjadi sorotan karena dirinya berhasil meraih medali perunggu untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Gregori resmi meraih medali perunggu setelah lawannya atlet asal Spanyol, Carolina Marin mundur dikarenakan cedera lutut pada Minggu (4/8/2024).

Ia pun mengaku hal tersebut bukanlah cara yang ia inginkan untuk mendapatkan medali kemenangan dalam Olimpiade Paris 2024.

"Pastinya ini bukan cara mendapatkan medali yang saya mau, sedih juga melihat (Carolina) Marin dalam kondisi seperti itu, mengalami cedera lagi," kata Jorji, sapaan akrab Gregoria, dalam keterangan dari PBSI.

Namun kecermelangannya dalam olahraga bulu tangkis tetap mengesankan yang membuatnya lolos ke semifinal dalam Olimpiade 2024.

Baca juga: Sosok Mikha Angelo, Tunangan Gregoria Mariska Viral Beri Dukungan Langsung di Olimpiade Paris 2024

Berikut fakta mengenai kisah Jorji yang dirangkum oleh Tribunkaltim

Gregoria Mariska Tunjung atau Jorji adalah wanita kelahiran Wonogiri pada 11 Agustus 1999, sebelum terjun sebagai atlet bulutangkis, ia memulai karir olahraganya dalam karate, namun ayahnya melihat potensi besar dalam dirinya di bulu tangkis.

Jorji rupanya harus mengalami pasang surut prestasi dimana pada tahun 2022 ia sempat ingin pensiun dari bulu tangkis karena merasa stuck.

Ia juga mengaku bahwa permainan bulu tangkis Taufik Hidayat menjadi sumber inspirasi darinya.

Jori memulai perjalanan sebagai atlet bulungtangkisnya dengan bergabung di PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat dimana pada tahun 2013, ia dipilih oleh PBSI untuk bergabung dengan Pelatnas Cipayung di Jakarta Timur.

Latihannya di Pelatnas pun memberikan hasil saat ia meraih posisi runner-up di nomor tunggal putri pada Malaysia International Challenge 2014.

Baca juga: Indonesia Pecah Telur, Dapat Medali Perunggu di Olimpiade Paris 2024, Jorji Bingung Bereaksi

Pada tahun 2015, ia memenangkan Singapore International Series dan Indonesia International salah satu keberhasilannya dalam mengharumkan nama Indonesia sebagai atlet bulu tangkis.

Namun, pada kejuaraan Asia Junior di Bangkok, ia hanya berhasil meraih posisi kedua.

Tak mau menyerah, Jorji pun menebus kekalahan dengan meraih gelar juara pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta pada usianya yang ke 18 tahun.

Kemenangan itupun menjadi pencapaiannya yang luar biasa dan perjuangannya terbayarkan setelah Indonesia gagal meraih gelar di ajang junior dunia selama 25 tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved