Jumat, 17 April 2026

Berita Kubar Terkini

Kasus Katarak di Kubar Tinggi, Perdami Kaltim-Kaltara Minta Pemkab Tambah Dokter Mata

Kasus katarak di Kutai Barat tinggi, Perdami Kaltim-Kaltara minta pemkab tambah dokter spesialis mata.

Penulis: Febriawan | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Febriawan
Ketua Perdami Kaltim-Kaltara, Eka Falentina Wati saat mendampingi Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Ayonius meninjau pasien yang akan dan sudah menjalani operasi katarak. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) sudah semestinya memiliki dokter spesialis mata jika melihat tingginya kasus katarak.

Berdasarkan data, setiap minggunya ada 11 pasien yang harus menjalani operasi karena menderita katarak.

Dengan keberadaan dokter mata, maka akan mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan operasi katarak

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kaltim-Kaltara, dr Eka Falentina Wati, Sp.M. dalam kegiatan Operasi katarak Gratis yang diselenggarakan Pemkab Kubar, Selasa (6/8/2024).

Dokter Eka, demikian ketua Perdami akrab disapa, menyampaikan ucapan terima kasih karena pihaknya diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Kubar, guna membantu kegiatan operasi katarak gratis.

”Pekerjaan utama Perdami adalah untuk meningkatkan kesehatan mata masyarakat. Oleh sebab itu, targetnya adalah operasi agar masyarakat bisa bebas dari gangguan kesehatan mata dan penyebab yang paling tinggi kebutaan di Indonesia adalah katarak,” kata Eka.

Baca juga: Serapan APBD Kubar 2024 Semester I Masih di Bawah 30 Persen

Dalam penyakit katarak, terangnya, ada istilah beban katarak.

Di mana katarak sudah mengganggu aktivitas, bahkan mengakibatkan kebutaan, karena  tidak tertangani.

Padahal, menurutnya, gangguan atau kebutaan karena katarak bisa dihindari. 

"Tentu sangat disayangkan, karena bisa dicegah/tidak permanen, di mana ada juga kebutaan yang lainnya tidak bisa dicegah,” ungkap Eka.

Ia menjelaskan bahwa di Kaltim dan Kaltara ada enam kabupaten yang beban katarak tinggi, salah satunya Kubar.

“Dari data jika dihitung kemampuan operasi katarak dari jumlah penduduk usia di atas 50 tahun, di Kubar jika dihitung dari jumlah penduduk terjadi 455 kasus kebutaan. Yang mana 240 terjadi akibat katarak. Oleh sebab itu, perlu target operasinya 11 orang perminggu, sehingga bisa lepas dari katarak, khusus untuk Kubar,” terangnya.

Katarak perlu menjadi prioritas karena kebutaan bisa dihindari.

Baca juga: BREAKING NEWS: Acong-Jai Resmi Maju di Pilkada Kubar 2024, Punya Bekal 5 Kursi Partai Golkar

Selain itu, ada dampak lain yang ditimbulkan oleh katarak, yakni beban ekonomi.

Jika satu orang buta katarak di usia produktif tidak bisa bekerja, maka bertambah satu orang lagi yang tidak bisa bekerja/produktif sebagai pendamping. 

Ia pun membeberkan kerugian akibat kebutaan katarak setiap orangnya diperkirakan Rp 96.744 per tahun.

Oleh karena itu, jika bisa dilakukan eliminasi orang buta karena katarak, maka kerugian bisa kita cegah.

"Ke depan tentu kita harapkan ada dokter mata di Kubar, jika kita melihat kasus kebutaan akibat katarak tentu sangat menyedihkan," ungkapnya. (*)
 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved