Jumat, 24 April 2026

Berita Nasional Terkini

Adik Wiji Thukul Nilai Prabowo Gerah dengan Isu HAM, Keluarga Korban 98 Dijebak Temui Elit Gerindra

Adik Wiji Thukul nilai Prabowo Subianto gerah dengan isu HAM, keluarga korban 98 dijebak temui elit Gerindra

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Presiden Terpilih Prabowo Subianto saat berkunjung ke Kota Batam. Adik Wiji Thukul nilai Prabowo Subianto gerah dengan isu HAM, keluarga korban 98 dijebak temui elit Gerindra 

“Secara kronologi saya sebagai anak korban tidak tahu adanya pertemuan antar keluarga korban penghilangan 98, dan saya tidak mengetahui itu terjadi di mana.

Saya juga tidak diundang sama sekali,” pungkasnya.

Baca juga: Jadwal Pelantikan Presiden Terpilih 20 Oktober 2024, Ini Prediksi Susunan Kabinet Prabowo-Gibran

Klaim Dasco

Ketua Harian Gerinda Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman bertemu dengan keluarga orang hilang dan aktivis 1998 pada Minggu (4/8/2024).

Dasco menjelaskan, pertemuan itu dilakukan dalam rangka memperkuat tali persaudaraan.

"Pertemuan dengan keluarga orang hilang '98 dan aktivis '98 itu juga dalam rangka silaturahmi. Memperkuat tali persaudaraan," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2024).

"Kita enggak bicara macam-macam, cuma kita sepakat bahwa ke depan kita akan sama-sama memikirkan bagaimana kemajuan Indonesia," sambungnya.

Namun, pihak keluarga korban penculikan 1998 menampik klaim Dasco, dengan menyatakan bahwa pertemuan mereka dengan elite Gerindra adalah jebakan.

Baca juga: Terbongkar! Beda Istana Negara IKN Nusantara dengan Jakarta, Warisan Kolonial dan Karya Putra Bangsa

Kronologi Penjebakan

Sekretaris Umum Ikatan Orang Hilang Indonesia (Ikohi) Zaenal Muttaqin mengungkapkan, pertemuan tersebut adalah inisiatif Staf Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Mugiyanto.

“Badan Pengurus Ikohi sudah mengklarifikasi bahwa kami tidak tahu dan tidak terlibat. Ini adalah inisiatif Mugianto,” ujar Zaenal saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).

Menurut Zaenal, Mugiyanto sebelumnya adalah Ketua Ikohi sejak 2000-2014, sekaligus salah satu aktivis korban penculikan pada 1998 dan berhasil kembali dengan selamat.

Untuk menyukseskan pertemuan itu, Mugiyanto bekerja sama dengan Aan Rusdianto yang korban penculikan pada 1998.

“Orang yang kedua yang terlibat dalam pengundangan para keluarga korban dari berbagai daerah ini adalah Aan Rusdianto,” kata Zaenal.

“Jadi Mugiyanto dan Aan Rusdianto adalah bagian dari sembilan korban penghilangan paksa yang telah kembali atau selamat ya, survivor,” sambungnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved