Kamis, 9 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Enggak Harus Paras Menawan, Begini Pendapat Generasi Z soal Definisi Cantik  

Enggak harus paras menawan, begini pendapat generasi Z soal definisi cantic.

Penulis: Ardiana | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Dwi Ardianto
Salah satu warga Balikpapan yang juga seorang mahasiswa, Nadya Azwarelda Haryanto mengatakan, cantik tidak harus soal paras. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berpenampilan menarik tak jarang menjadi salah satu syarat pada lowongan pekerjaan.

Namun, penampilan menarik tak hanya dinilai dari paras yang cantik.

Demikian yang disampaikan Nadya Azwarelda Haryanto, warga Balikpapan.

Penampilan menarik dapat didefinisikan sebagai penampilan yang rapi bersih dan wangi sebagai penghargaan untuk pekerjaan dan lawan bicara.

"Berpenampilan menarik itu bukan cuma cantik dan ganteng. Kalau menurut saya, juga bisa didefinisikan sebagai berpakaian yang rapi, bersih, rupawan, wangi. Enggak harus good looking dari paras," ungkapnya, Senin (12/8/2024).

Baca juga: Stadion Batakan Balikpapan Jadi Titik Kumpul Kepala Daerah se Indonesia Sebelum ke IKN

Meski begitu, mahasiswi semester 3 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tersebut juga mengakui, ada beberapa pekerjaan yang memang mengutamakan kecantikan seseorang.

Di antaranya adalah sales promotion girl (SPG) kosmetik dan skincare sebagai icon yang mewakili produknya, serta pekerjaan lainnya.

"Tapi untuk beberapa pekerjaan memang mengedepankan paras, seperti SPG kosmetik, atau skincare dan lain-lainnya. Namun tidak semuanya," jelasnya. 

Perempuan yang akrab disapa Anya itu menceritakan, dirinya pernah tak lolos salah satu event modeling di Balikpapan hanya karena tinggi badan yang tidak sesuai syarat.

Baca juga: BREAKING NEWS: 38 Gubernur Mulai Berdatangan di Stadion Batakan Balikpapan, Tunggu Bus ke IKN Kaltim

Meski sempat kecewa, wanita yang kerap disapa Anya itu mengaku tetap legawa dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pengalaman berkesan untuknya.

"Waktu itu, syarat tinggi badannya harus lebih 170 cm. Tapi saya gak sampai 170 cm, gak masuk kriteria, dan gak masuk pemenangnya. Padahal tinggi badan 168 cm. Sempat sedih, kecewa. Tapi jadikan pengalaman aja, karena memang syarat dan ketentuannya memang begitu," kisahnya.

Siapa sangka, Anya telah memiliki pekerjaan sampingan sembari berkuliah, seperti model freelance dan salah satu Key Opinion Leader (KOL) di Balikpapan. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved