Berita Samarinda Terkini
Harapan Masyarakat Kota Samarinda Terkait Proyek Pembangunan Terowongan
Salah satunya adalah proyek pembangunan Terowongan (Tunnel) yang akan menghubungkan Jalan Otista - Jalan Kakap
Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda, dimasa Pemerintahan Walikota Samarinda, Andi Harun terus melakukan peningkatan dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah proyek pembangunan Terowongan (Tunnel) yang akan menghubungkan Jalan Otista - Jalan Kakap.
Hal ini dilakukan guna mengurai kemacetan yang selama ini terjadi khususnya dikawasan Gunung Mangga.
Masyarakat berharap pembangunan ini dapat segera selesai dan menjadi solusi dalam mengurai kemacetan yang selama ini telah terjadi dikawasan tersebut.
Baca juga: Polresta Samarinda Periksa 5 Jukir Liar Terkait Kasus Pecah Kaca Mobil di Salah Satu Rumah Makan
"Kalau saya lihat tanjakan terowongan yang tak setinggi di Sungai Dama,harapannya bisa diatur kendaraan yang melintas di sungai dama dilewati truk jadi kami pengendara pribadi lewat terowongan.
Supaya ditanjakan Jalan Otista Sungai Dama tak beresiko. Semoga lancar pengerjaannya tak molor seperti pengerjaan lainnya, ,"harap Rudi Warga Samarinda.
Sementara Yana berharap terowongan selesai waktu sesuai harapan.
"Saya sejak awal pembangunan di sisi jalan Sultan Alimuddin melihat progressnya dan sekarang kelihatan bentuk terowongan.
Semoga jadi solusi memcah kemacetan di jalan Otista Sungai Dama, apakah truk yang lewat twrowongan atau kami pengendara pribadi yang lewat terowongan,
Warga jalan Sejati Sambutan, Agus menuturkan saat ini jalan Otista Sungai Dama rawan macet, begitupupa jalan lumba lumba Selili dengan adanya terowongan semoga bisa jadi solusi.
"Mudahan cepat selesai. Pengalaman saya kalau macet ya sulit bergerak.Semoga cepat selesailah, " ucapnya. (*)
| Aliansi Masyarakat Kaltim Desak Gubernur Mundur, Donasi Hari Pertama Capai Rp20 Juta |
|
|---|
| Keluarga Minta Audit Independen Dugaan Malapraktik di RSUD AWS Samarinda, Awal Mula Luka Bayi |
|
|---|
| Perda TBC Disosialisasikan, Pemkot Samarinda Serius Tekan Kasus Tuberkulosis |
|
|---|
| Inilah Tarif Retribusi Kebersihan Sampah di Samarinda Tahun 2026, Pakai Skema Klasifikasi Baru |
|
|---|
| WFH ASN Samarinda tak Lebih Ringan dari Work From Office, Pemkot Terapkan Sistem Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240124_Terowongan-Samarinda-Perhatikan-Dampak.jpg)