Minggu, 10 Mei 2026

Game Online

Viral Game Black Myth: WuKong Dirilis Hari Ini, Sejumlah Aturan yang Diberikan Jadi Kontroversi

Game Black Myth: Wukong menjadi salah satu game indie asal developer Tiongkok yang dinanti-nanti perilisannya.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
Game Science
Viral game Black Myth: WuKong dirilis hari ini, sejumlah aturan yang diberikan jadi kontroversi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Game Black Myth: Wukong menjadi salah satu game indie asal developer Tiongkok yang dinanti-nanti perilisannya.

Ketika diumumkan pada tahun 2020 lalu, game Black Myth: Wukong ini berhasil menarik perhatian gamer dari seluruh dunia. 

Lewat trailer yang dibagikan, developer indie asal Tiongkok, yaitu Science memperlihatkan bagaimana kualitas Black Myth: Wukong yang begitu memukau. 

Melansir dari situs videogames.si.com, game konsol utama pertama Game Science, Black Myth: Wukong tersebut, akan dirilis pada hari Selasa, (20/8/2024).

Tentu banyak pemain yang bersemangat untuk peluncurannya.

Sayangnya, game tersebut telah terlibat dalam kontroversi selama akhir pekan, setelah sebuah dokumen yang bocor muncul untuk menunjukkan daftar 'Hal yang Boleh & Tidak Boleh Dilakukan' bagi para streamer.

Didalamnya, meminta mereka untuk tidak berbicara tentang politik, seperti propaganda feminis dan Covid-19

Dokumen tersebut dibagikan di BlueSky oleh kreator konten dan jurnalis Prancis Benoit ExServ Reinier, yang telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 15 tahun dan sebelumnya menjabat sebagai editor situs web game Prancis Gamekult.

Reinier menerbitkan sebuah video yang membahas dokumen tersebut, dan mengatakan bahwa ia tidak akan menayangkan game tersebut di salurannya di luar video yang disebutkan di atas. 

Dokumen tersebut berisi daftar panduan bagi para streamer yang memainkan game tersebut, yang dibagi menjadi daftar 'Yang boleh' dan 'Yang tidak boleh dilakukan.'

Daftar 'Yang boleh' hanya berisi satu hal, Nikmati permainannya!

Sementara daftar 'Yang tidak boleh' berisi sejumlah permintaan yang aneh. 

Di samping permintaan normal agar streamer tidak menghina influencer atau pemain lain, dan tidak menggunakan bahasa yang menyinggung, dokumen tersebut juga meminta agar streamer tidak menyertakan politik, kekerasan, ketelanjangan, propaganda feminis, fetisisasi, dan konten lain yang memicu wacana negatif.

Dokumen tersebut juga meminta para streamer untuk tidak menggunakan kata-kata pemicu seperti karantina, isolasi, atau Covid-19.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved